Youtuber Nodiewakgenk Berikan Sepeda Motor Anak Janda Nuraini; Agar Mudah Mengaji

Youtuber Nodiewakgenk Berikan Sepeda Motor Anak Janda Nuraini; Agar Mudah Mengaji
Junaidi atau Nodiewakgenk saat memberikan sepeda motor baru kepada Asniar anak kedua dari Nuraini Mustafa (Foto: ist)

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Seperti mimpi menjadi kenyataan, itulah yang dirasakan Hayatun Asniar (15), setelah mendapat bantuan sepeda motor baru  dari Youtuber tajir asal Aceh Utara Nodiewakgenk,  Selasa (15/6/2021) sore.

Asniar adalah anak kedua dari Nuraini Mustafa (34) janda miskin yang saat ini menderita sakit paru akut di RS Arun, Lhokseumawe.

Sepeda motor merek Yamaha Gear itu diantar langsung Youtuber bernama asli Junaidi tersebut ke rumahnya di Dusun Bate Timoh, Gampong Keude Krueng Geukuh, Kecamatan  Dewantara, Aceh Utara.

Kehadiran Youtuber tajir tersebut ikut disambut warga dan tetangga Asniar. Warga terharu karena bantuan yang diberikan sangat tepat, karena keluarga miskin itu belum pernah memiliki sepeda motor. Apalagi sang anak sangat membutuhkan kendaraan untuk ke sekolah dan mengaji ke dayah.

“Saya mendapar kabar, bahwa  ibu Nuraini  janda miskin dengan tanggungan empat orang anak yang saat ini menderita infeksi paru dan di RS Arun. Anak-anaknya tidak bisa bersekolah, tanpa penghasilan keluarga, ini membuat saya tergerak untuk datang kesini,”sebut Nodie.

Ia berharap bantuan bermanfaat bagi keluarga ibu Nuraini, terutama anak keduanya Hayatun Asniar agar bisa  melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah dan lebih mudah ke dayah untuk mengaji. Menurutnya Asniar penerima bantuan sepeda motor pertama darinya di Aceh.

Nodie  adalah Yotutuber asal Geudong, Aceh Utara  saat ini sudah menetap  Kota Medan. Hampir seluruh penghasilannya di Youtube sebesar 40 juta per bulan digunakan untuk bersedekah. Ia baru setahun aktif di Youtube, ia juga pengusaha angkutan dan bisnis trading.

“Saya ingin mengajak masyarakat, untuk membantu warga kurang mampu. Terutama para pegiat media sosial yang sudah menghasilkan banyak uang dari konten kreatif, mari berbagi   karena apa yang kita dapatkan hari ini bukan semata-mata jerih kita, namun juga karena mereka yang terus menonton karya kita,” ajak Nodie.

Sementara itu, Hayatun Asniar mengaku terharu dan tidak percaya bahwa akan dapat hadiah sepeda motor baru. Karena sebelumnya ia  bercerita kepada admin grup facebook  Publik Dewantara ingin melanjutkan sekolah ke Madrasah Aliyah Lancang Barat, dan kembali mengaji ke dayah, tapi kendalanya tidak punya sepeda motor.

Ia ingin sekolah sambil bisa menjaga ibunya yang sedang sakit. Gadis mungil itu bercita-cita mampu mengubah kehidupan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Tanpa sekolah hal itu tidak mungkin diwujudkan.

“Saya keluar dari dayah karena harus menjaga ibu sakit, saya juga tidak bisa sekolah karena jauh. Jadi sebelum ini saya sempat curhat tak punya sepeda motor ke bapak Marzuki admin facebook grup Dewantara, ya Allah tadi malam saya diberitahu seorang Youtuber memberikan saya sepeda motor, ini mimpi jadi kenyataan alhamdulillah,” ucapnya terharu.

Ia dan keluarganya mengaku sangat bahagia walau belum bisa mengemudi sepeda motor. Ia berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada Youtuber Nodiewakgenk. Karena bantuan tersebut sangat bermamfaat baginya dan keluarga.

Kemudian, Geuchik Gampong Keude Kruenggeukueh, Ardi Ilyas mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada youtuber Nodie. Karena bantuan yang dibawa benar-benar tepat sasaran. Apalagi saat ini kondisi ibu Nuraini sangat membutuhkan bantuan banyak pihak.

“Kami mewakili masyarakat Dewantara mengucapkan banyak terimakasih kepada Youtuber Nodiewakgenk, karena bantuan sepeda motor sangat dibutuhkan anak-anak ibu Nuraini. Semoga jejak positif ini bisa diikuti oleh Youtuber lainnya di Aceh,” ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan, seorang janda miskin Nuraini Mustafa sudah tiga tahun menderita paru akut, akibatnya  warga Gampong Keude Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara ini  memiliki 4 anak, dua putra dua putri.

Saat ini  ia dirawat  Hayatun Asniar (15), anak kedua dari almarhum  suami kedua. Asniar hanya tamatan MTsN dan sempat masuk dayah Cot Trueng, tapi tidak kelar, karena terkendala biaya dan harus merawat ibu.

Sedangkan tiga lainnya Rahmat Kurniawan (19) bekerja bantu-batu pedagang sayur di Pasar Krueng Geukuh, hanya tamatan SD. Dua lainnya Siti Aisyah (11) dan Muhammad Zakir (9), saat ini dirawat neneknya Rohani  di Dusun Beringen, Keude Krueng Geukueh.

Beberapa tahun lalu, ia bersama mendiang suaminya adalah pemulung barang bekas di kawasan Krueng Geukuh, sejak sakit ia tidak lagi mencari sampah. Akibatnya dua anaknya harus dititipkan ke neneknya.  Sejak itu pula, kebutuhan makan keluarganya sangat bergantung dari bantuan warga dan tetangga.

Iklan Bank Aceh Idul Adha 1442

Komentar

Loading...