Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

YARA Sesalkan Komentar Kadiskes Aceh Utara ‘Media Salah Jeb Ubat’  

YARA Sesalkan Komentar Kadiskes Aceh Utara ‘Media Salah Jeb Ubat’  
Ketua Bidang Investigasi YARA  Aceh Utara, Haiqal Al-Fikri, S.H.

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Utara menyesalkan komentar Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin, yang menyebutkan ‘media salah jeb ubat’ karena memberitakan   nomor polisi kode Lhokseumawe  pada plat ambulan Aceh Utara yang baru diserahkan bupati.

Ketua Bidang Investigasi YARA  Aceh Utara, Haiqal Al-Fikri, S.H. dalam siaran pers, Selasa (17/11/2020) menilai  ungkapan Kadiskes tersebut terlalu berlebihan  karena wartawan  bertugas memberikan informasi kepada masyarakat. Kemudian  kebebasan pers adalah unsur penting dalam sistem negara demokratis.

“Itu kalimat salah jeb ubat (salah minum obat) yang ditujukan kepada media atau  jurnalis , jelas kalimat tak beretika, apalagi diungkap  seorang pejabat publik yang noabene harus memberikan keterangan yang ideal saat diwawancara seorang jurnalis. Apalagi yang diwawancarai adalah  berkaitan dengan hasil kebijakan daerah,” ungkap Haiqal.

Pers mempunyai tanggung jawab kepada User nya yaitu Masyarakat / Publik, dalam memberikan informasi yang Terbuka dan transparan agar masyarakat tidak binggung jika menerima informasi dari luar, yang kurang Kongkrit dan Faktual.

Menurutnya, Pers adalah pilar negara Demokrasi. Dalam demokrasi rakyat menjadi penentu  pola kekuasaan dan pelaksananya. Selain itu pers juga mempunyai peran kontrol terhadap kebijakan publik. Sebab itu kinerja Pers harus dihargai dengan segala kebebasan dan kemerdekaan yang melekat dan dijamin  Konstitusi.

Kebebasan pers juga  unsur penting untuk membentuk  sistem negara yang demokratis, terbuka dan transparan.  “Menghargai peran media dan jurnalis bagian dari menegakkan sistem demokrasi negara. Oleh sebab itu pejabat harus menjadi contoh teladan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Berita sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin angkat bicara soal kode plat  “N” Kota Lhokseumawe  pada  ambulan  Aceh Utara yang baru diserahkan Bupati Cek Mad pada Kamis 12 November lalu.

Saat dihubungi anteroaceh.com pada Jumat (13/11/2020) Amir mengatakan semua wartawan “Salah Jeb Ubat (salah minum obat)” bila mempertanyakan soal nomor polisi pada mobil tersebut.  Seharusnya menurut Amir, yang jadi masalah bila mobil ambulan tidak dibeli oleh pemerintah.

“Meu’ah, urueng droeu neu media salah jeb ubat mandum ka, yang jeut keu permasalahan ho imee peng hana diblo moto. Nyan kon plat sementara,  makajih lon peugah salah komplin. Nyan kon plat itipek tipek lee Showroom. Oh watee saat itubit  ata droe jih STNK dan BPKB  singoh ka ditubit KK ata Aceh Utara. (Maaf,  media sudah salah minum obat, yang jadi masalah bila ada uang tidak dibeli mobil . itu kan plat sementara, makanya saya katakan salah komplain. Itu kan plat yang ditempel pihak Showroom. Bila nanti keluar STNK dan BPKB asli , maka akan keluar plat KK Aceh Utara),” ungkap Amir.

Menurut Kadis, keberadaan plat sementara itu tidak masalah, karena dari hasil lelang yang sudah ditayangkan di LPSE. Pemenangnya adalah orang  Cina asal Jakarta yang tidak diingat lagi nama perusahaannya. Semua  sudah melalui prosedur. Bahkan proses perakitan dilakukan di Jakarta.

“Saya juga awalnya konfirmasi hal itu ke pihak rekanan,  saya tanya itu apa?  Itu hanya ditempel sementara agar bisa jalan saja, begitu,” kata Amir mengutip pengakuan rekanan.

Dijelaskan juga, ambulance tersebut diperuntukkan untuk Puskesmas yang armada ambulan nya sudah rusak dan tidak layak pakai. Bila armada yang rusak bisa diperbaiki, maka Puskesmas tersebut memiliki dua armada. Bila tidak bisa diperbaiki, maka akan ditarik ke dinas.

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib menyerahkan secara simbolis mobil ambulan baru  bagi 10 Puskesmas di Rumah Sakit Pratama Lhoksukon, pada Kamis (12/11/2020),   usai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56. 

Menariknya,  sejumlah  ambulance  itu menjadi sorotan publik, soalnya memakai plat “NF” yang tak lain kode plat untuk wilayah Kota Lhokseumawe. Bahkan beberapa pengguna media sosial facebook menilai, bahkan satu ambulan berplat belakang “AB” yang disebut  plat area Banda Aceh.

Menanggapi hal itu, Plt Sekda Aceh Utara A Murtala menegaskan tidak semua mobila ambulance berplat “N” ada juga yang sudah “K”. dan itu hanya sementara.

“kedua plat itu masih sementara, nanti semuanya akan berseri K kode Aceh Utara,” tulis A Murtala via pesan whatsapp kepada anteroaceh.com.

Ia menambahkan  pengadaan ambulance tersebut murni usulan tahun 2019  dan direalisasikan di 2020 sumber dari DAK dan DOKA. Artinya dianggarkan  jauh sebelum pandemi Covid-19.

Berdasarkan data LPSE Aceh Utara, 10 mobil tersebut menghabiskan anggaran Rp 4,9 miliar lebih. Dimenangkan oleh PT Senang Jaya Abadi, dengan alamat perusahaan  Jalan Cirebon-Losari KM 13,6 Rawa Urip Pangenan- Cirebon, Jawa Barat.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...