YARA: PT Medco Harus Tanggung Jawab Atas Insiden Keracunan Warga

YARA: PT Medco Harus Tanggung Jawab Atas Insiden Keracunan Warga
Kepala Perwakilan YARA Aceh Timur Indra Kusmeran

IDI, ANTEROACEH.com - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta PT. Medco E&P bertanggungjawab atas insiden keracunan gas yang dialami warga Gampong Panton Rayeuk, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur beberapa hari lalu.

Warga disana diduga mengalami keracunan gas dari proses pencucian dan pembakaran sumur oleh Medco E&P di sumur Alue Siwah Serdang, Kecamatan Nurussalam yang berjarak 1,5 kilometer dari desa tersebut.

Kepala Perwakilan YARA Aceh Timur Indra Kusmeran mengatakan, sesuai Pasal 87 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), PT Medco harus bertanggungjawab atas insiden itu. 

“Bunyi pasal itu ‘Setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang melakukan perbuatan melanggar hukum berupa pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian pada orang lain atau lingkungan hidup wajib membayar ganti rugi dan/atau melakukan tindakan tertentu’, disitu sudah jelas,” papar Indra Kusuma dalam keterangan persnya yang diterima redaksi anteroaceh.com, Senin (12/4/2021).

Menurut Indra,  pertanggungjawaban perusahaan yang diatur dalam UUPPLH mulai dari pertanggungjawaban administrasi dimana izinnya dapat dihentikan sementara atau dicabut,  pertanggungjwaban perdata dengan ganti kerugian bagi warga dan lingkungan yang terdampak, dan juga pertanggungjawaban pidana.

Untuk itu, YARA meminta Pemerintah Daerah melalui Badan Lingkungan Hidup untuk turun ke lapangan dan meninjau sejauh mana dampak pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas PT Medco itu. 

“Kiata berharap Pemerintah Daerah dapat segera memberikan tindakan tegas agar tidak menimbulkan dampak yang lebih parah,” pungkasnya.

Komentar

Loading...