Wastafel 41 Miliar di SMKN 1 Lhokseumawe Rusak dan Bocor  

Wastafel 41 Miliar di SMKN 1 Lhokseumawe Rusak dan Bocor  

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Fasilitas wastafel  di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lhokseumawe bersumber dari dana refocusing tahun 2020 dibangun asal jadi, bahkan ada yang sudah rusak.  

SMKN 1 Lhokseumawe merupakan satu dari  15 SMAN dan SMKN di Kota Lhokseumawe yang mendapatkan fasilitas wastafel dan sumur bor tersebut, dengan nilai masing-masing sekolah Rp 130 juta lebih. 

Fasilitas yang dibangun berupa 10 unit Wastafel dan sumur bor lengkap dengan tower tandon air ukuran 1.000 liter. 

Berdasarkan amatan anteroaceh.com di SMKN 1, 10 unit wastafel dibangun di halaman empat bangunan  ruang belajar. Sedangkang sumur bor dan tower tandon dibangun tepat disamping salah satu bangunan tersebut. 

Beberapa wastafel terlihat masih bagus, sedangkan ada beberapa yang sudah mulai rusak, seperti bocor dibagian pipa bawah wastafel, sambungan saluran renggang dan ada satu wastafel yang sudah rusak alias tidak bisa digunakan lagi. 

Wakil Kepala Sarana SMKN 1 Lhokseumawe, Muslinah mengaku pelaksaan proyek itu dilakukan langsung oleh pihak Dinas Pendidikan Aceh tanpa koordinasi dengan pihak sekolah. Mulai dikerjakan pada akhir tahun  2020 dan selesai diawal Januari 2021. 

“Kami tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba sejumlah orang datang bawa barang dan peralatan untuk membuat wastafel dan sumur bor. kerusakan dan kejadian seperti ini mungkin ya tidak ada koordinasi,” ungkap Muslinah. 

Muslinah tidak berani berkomentar lebih jauh, karena  ia tidak tahu detail soal proyek yang menggunakan dana 2020 tersebut.  

“lebih jauh bisa ditanyakan ke kepala sekolah ya,” tambahnya.  

Sedangkan sebelumnya, katanya pihak sekolah  sudah memiliki 12 unit wadah cuci tangan yang dibuat dengan sumber dana BOS. 

Sebelumnya dikabarkan, penyidik Krimsus  Polda Aceh mulai mendalami indikasi korupsi pengadaan 400 paket pembuatan tempat cuci tangan (wastafel portabel) senilai Rp. 41,2 miliar di Dinas Pendidikan Aceh tahun 2020. 

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada melalui Kabid Humas, Kombes Pol Winardy mengatakan sampai dengan saat ini pihaknya masih dalam tahap pengumpulan data.  

"Ini masih dalam tahap pengumpulan data, kita masih mendalami informasi dan data yang kita miliki," ungkap Kombes Pol Winardy saat dikonfirmasi anteroaceh.com, Selasa (23/2/2021).

Komentar

Loading...