Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Wartawan dan Mahasiswa Diperiksa Penyidik Polda Aceh Soal Kasus Suaidi Yahya

Wartawan dan Mahasiswa Diperiksa Penyidik Polda Aceh Soal Kasus Suaidi Yahya

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Penyidik Reskrimum Polda Aceh mulai melakukan penyelidikan perkara dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian oleh Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya terhadap pedagang Pasar Inpres, Sofyan.

Tiga saksi telah diperiksa Zainuddin, wartawan salah satu media online, Rizki mahasiswa Universitas Malikussaleh , juga ketua Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) dan saksi pelapor Sofyan di Mapolsek Banda Sakti, Lhokseumawe, Kamis (29/10/2020) sore.

Kabarnya penyidik Polda berada di Lhokseumawe selama dua  hari. Rencananya pada Jum’at, sejumlah pejabat Pemko Lhokseumawe juga akan dimintai keterangan kasus serupa sebagai saksi, termasuk Sekdako, T Adnan.

“Saya sudah diperiksa sebagai saksi, dicecar sebanyak 12 pertanyaan oleh penyidik seputar berita yang saya tulis terkait pernyataan Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya untuk saudara Sofyan,” ungkap Zainuddin kepada wartawan usai diperiksa penyidik.

Ia mengaku hadir dalam rapat saat kejadian itu sebagai jurnalis dan merekam pernyataan Walikota Suaidi Yahya dalam forum resmi yang dihadiri hampir seluruh unsur Forkopimda Kota Lhokseumawe.

Sementara Sofyan dicecar sebanyak 15 pertanyaan oleh penyidik, terutama  terkait kalimat “Sofyan Hitam” dan “Provokator” yang dilontarkan oleh Walikota Suaidi Yahya.

“Penyidik menanyakan soal apakah saya terhina dengan kata hitam dan seorang provokator, saya katakan saya sangat terhina, walau saya berkulit hitam, saya tidak pantas disebut dengan sebutan itu. saya  dibully diluar dengan sebutan itu. itu kalimat yang tidak baik apalagi dilontarkan oleh seorang pejabat,” ungkap mantan aktivis SMUR tersebut.

Ia juga mengaku ditanya soal aksi unjukrasa mahasiswa pada September 2019 lalu terkait penertiban Pasar Inpres  oleh Pemko Lhokseumawe. karena dugaan perkara  ujaran kebencian tersebut diduga akibat sikap kritis Sofyan terhadap kebijakan Walikota Lhokseumawe tersebut.

Sofyan melaporkan Suaidi Yahya ke Polres Lhokseumawe pada 13 Juli 2020, kemudian pada 22 Oktober lalu perkara tersebut mulai ditangani penyidik Reskrimum Polda Aceh.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...