Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Warga Unjuk Rasa PLTMG Lhokseumawe, Ini Masalahnya

Warga Unjuk Rasa PLTMG Lhokseumawe, Ini Masalahnya

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun 2 didemo masyarakat Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe Selasa (13/10/2020).

Warga mendesak manajemen perusahaan penyuplai listrik ke PLN tersebut segera menghentikan operasi karena menimbulkan persoalan lingkungan, seperti tingkat  kebisingan dan getaran yang tinggi sangat mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

Masyarakat sekitar mengaku sudah lima bulan lebih menderita akibat gangguan tersebut. Bahkan sudah ada warga yang sakit akibat radiasi yang ditimbulkan, seperti bayi, para lansia dan wanita hamil.  Ada juga  yang mengungsi, karena tidak tahan.

Koordinator unjukrasa, Muhammad kepada wartawan menjelaskan aksi demo sengaja dilakukan untuk mendapat perhatian banyak pihak, terutama pihak perusahaan agar segera mengatasi persoalan masyarakat yang ditimbulkan dari PLTMG.

“Ada 124 kepala keluarga yang merasakan efek dari operasional PLTMG,  yakni mereka yang tinggal di Dusun C Delima dan Dusun Keude Baroh. Karena ini sudah terlalu lama, kami sudah menyampaikan persoalan ini berkali-kali bahkan sampai ke beberapa pihak, namun tidak ada hasil,” jelas Muhammad.

Tidak hanya bising, dan merasakan getaran, banyak rumah warga juga retak akibat getaran dari mesin. Sebab itu masyarakat meminta pertanggungjawaban perusahaan tersebut untuk ganti rugi.  Memberikan kompensasi sosial masa panik kepada masyarakat yang terdampak, termasuk juga menyediakan hunian baru agar tidak terganggu operasional pabrik.

“Warga sudah tidak tahan lagi dan kami meminta Plt Gubernur Nova Iriansyah mencabut izin PLTMG Arun 2 ini. Karena gagal mengatasi dampak terhadap lingkungan perusahaan. Kami sangat berharap beberapa lembaga advokasi masyarakat seperti Walhi Aceh dan Koalisi NGO HAM Aceh turut membantu kami mengatasi masalah ini,” pungkasnya.

Aksi unjukrasa berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB, dibawah pengamanan pihak kepolisian, lengkap dengan mobil water canon.

Mengenai persoalan  warga, Manager  Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbagut  II, Subrata mengaku akan  segera ditindak lanjuti, namun warga diminta bersabar, karena penyelesaiannya butuh proses.  Namun, untuk upaya jangka pendek dan jangka panjang  sudah dibahas dengan perwakilan masyarakat.

“Kami minta maaf karena masyarakat sudah terganggu, saat ini kami sedang menunggu hasil uji sampel dari Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) kota Lhokseumawe. Prinsipnya  kami akan mengikuti semua yang tertera dalam Amdal,” sebut Subrata.

Soal kebisingan akan diselidiki penyebabnya, namun untuk mematikan semua mesin itu tidak mungkin. Bisa saja  ada lima mesin yang dihentikan, dari 13 mesin yang beroperasi.  Namun itu semua harus dicek terlebih dahulu.

“Terkait ada rumah yang retak, kita sudah lihat ke tempatnya. Namun itu juga butuh kepastikan apakah rusak akibat getaran dari PLTMG atau disebabkan hal lain sebelumnya. Itu semua harus diinvestigasi,” pungkasnya.

Komentar

Loading...