Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Warga Keluhkan Proyek Bandara Pulau Kayu

Warga Keluhkan Proyek Bandara Pulau Kayu
Pekerja sedang menungkan air ke jalan yang dilintasi angkutan material tanah timbun, selain berlumpur, saat kering kawasan tersebut berdebu hingga menganggu kesehatan warga. Foto - Ilyas

Blangpidie, Antero Aceh - Proyek pelebaran lapangan pesawat di daerah Gampong Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tepatnya di Bandara Lapangan Pesawat Terbang, menuai berbagai macam konflik dikalangan masyarakat.

Pasalnya proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA), selain merusak lingkungan masyarakat sekitar, proyek tersebut juga diduga tidak memiliki izin gali C dari dinas (Perkim dan LH) seperti yang telah diberitakan oleh salah satu media Nasional.

Setelah adanya pemberitaan dari salah satu media, kritikan pun datang dari kalangan masyarakat sekitar, hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga desa Ladang Neubok, Muslihin. Selasa 23/10/2018

Kepada Anteroaceh,Muslihin mengatakan, ruas jalan desanya rusak akibat dari pengambilan material galian C di pinggiran jalan lintasan Blangpidie - Cot Mane dengan memakai alat berat serta diangkut dengan memakai damtruck untuk dibawa kelokasi proyek.

"Akibat dari pengambilan tanah gunung tersebut, jalan dan lingkungan masyarakat sekitar menjadi rusak, sebab tanah gunung yang diangkut oleh damtruck itu berserakan dibadan jalan," terang Muslihin.

Menurut Muslihin, selain lingkungan menjadi rusak, dirinya juga mengkhawatirkan akibat banyak tanah gunung yang berserakan dibadan jalan, akan memicu kecelakaan nantinya.

"Selain terjadi populasi debu ketika musim panas juga akan terjadi becek disaat musim hujan, maka sisi negativnya dari dua hal tersebut kemungkinan rawannya terjadi kecelakaan," terangnya.

Muslihin menegaskan, akibat dari penggalian proyek tersebut, bukan hanya lingkungan dan badan jalan yang menjadi rusak, bahkan Rumah Ibadah (Masjid) gampong setempat juga menjadi kotor.

"Akibat proyek itu juga berdampak kotornya diperkarangan Masjid Jamik Gampong Ladang Neubok, hingga orang yang melaksanakan ibadah shalat menjadi tidak nyaman" tegasnya.

Maka pada kesempatan itu, Muslihin meminta kepada pihak pengawas lapangan supaya kedepan tidak adanya lagi tanah yang berserakakan dibadan jalan.

"Pengawan proyek harus bertanggungjawab, jangan biarkan mobil menjatuhkan material tanah diatas jalan, karena saat hujan jalan menjadi becek, karena mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan siswa-siswi hendak kesekolah disaat melintasi jalan membuat seragam mereka kotor akibat dari percikan tanah galian," demikian Muslihin. (Ilyas)

Komentar

Loading...