Update COVID-19 Aceh

0 ODP
0 PDP
0 Positif
0 Meninggal
0 Sembuh

-

Sumber: -

Warga Depok Positif Korona di Aceh Barat Kabur Setelah Tahu Hasil Rapid Tes Reaktif

Warga Depok Positif Korona di Aceh Barat Kabur Setelah Tahu Hasil Rapid Tes Reaktif

MEULABOH, ANTEROACEH.com – DF (30) warga Depok, Jawa Barat yang sempat pulang kampung ke rumah orang tuanya di Gampong Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat kabur setelah dinyatakan reaktif rapid test yang dilakukan di salah satu lab swasta di Meulaboh pada hari Jumat (19/6) pekan lalu.

Sekretariat Tim Gugus Penanggulangan COVID-19 Aceh Barat, Irsadi Aristora mengatakan DF bersama anak dan pembantunya pulang ke Aceh Barat untuk berlebaran dan baru dijemput pulang oleh suaminya setelah lebaran.

Saat dilakukan rapid test, mereka juga sudah terlanjur memesan tiket keberangkatan.

"Sepertinya mereka sudah mengambil tiket pesawat satu keluarga empat tiket berangkat hari minggu, hingga mungkin takut kehilangan uang sehingga mengabaikan perintah kita untuk karantina," terang Irsadi saat dihubungi anteroaceh.com, Jum'at (26/6) malam.

Dikarenakan hasil rapid testnya reaktif, petugas tidak bisa mengeluarkan surat bebas Covid-19 dan di hari yang sama langsung melakukan swab untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Petugas juga meminta kerjasama kepada mereka dan keluarganya untuk melakukan karantina mandiri dan mereka setuju.

Irsadi melanjutkan ternyata ia mendapat informasi dari keluarga DF, di hari Sabtu mereka bergerak ke Banda Aceh untuk mencari klinik/lab yang bisa mengeluarkan surat rapid test negatif.

"Langsung pada saat hasil lab keluar positif kemarin, kita lakukan tracking ayah yang bersangkutan dan kita menemukan sejumlah orang yang pernah dekat dan berinteraksi dengan DF dan melakukan swab," terang Irsadi.

Dari hasil tracking sebanyak 26 orang yang pernah berinteraksi DF dilakukan swab dan rapid test. 11 orang di antaranya dinyatakan non reaktif rapid test dan 15 orang lainnya masih menunggu hasil lab dari Balitbangkes Aceh.

Adapun 11 orang itu terdiri dari 8 orang warga Teunom, Aceh Jaya dan 3 orang dari Nagan Raya. Sementara 15 orang lagi berasal dari wilayah Aceh Barat tempat orang tua DF.

Saat ini lanjutnya, kata Irsadi pihaknya sedang menunggu ada tiga orang lagi yang baru saja diinformasikan pihak keluarganya, dan mungkin akan kita lakukan uji swab besok.

Ia juga mengingatkan masyarakat Aceh Barat, khususnya masyarakat di Kecamatan Meureubo agar tidak perlu panik dan harus selalu menjaga protokol kesehatan agar tidak terpapar korona.

"Tidak perlu panik dan khawatir karena itu kemarin bukan warga kita, tapi warga Depok. Kita tunggu saja hasil swab yang sudah kita lakukan kemarin," pungkas Irsadi.

Komentar

Loading...