Warga Aceh Utara Korban Pembunuhan di Bener Meriah Diotopsi

Warga Aceh Utara Korban Pembunuhan di Bener Meriah Diotopsi

REDELONG, ANTEROACEH.com - Tim Puslabfor Polda Sumatera Utara tiba di Bener Meriah, Rabu (24/02/2021), untuk   otopsi jasad yang ditemukan di dasar jurang Dusun Terunjak, Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, pada Rabu 17 Februari lalu.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya  melalui Kasubbag Humas Iptu Jufrizal mengatakan, hari ini  Satreskrim Polres Bener Meriah mendampingi tim Puslabfor  otopsi jasad  diduga asal Aceh Utara di instalasi jenazah  RSUD Munyeng Kute.

Katanya tim Puslabfor yang hadir yaitu dr.Agustinus Sitepu ,M.ked (For), Sp.F. dr. Edwin P. Lubis, dr Amalan Surya Htb, dr. Marissa dan  tekhnisi  Syakris.

"Mereka tiba semalam, dan pagi ini langsung melakukan otopsi didampingi Satreskrim Polres Bener Meriah," ujar Iptu Jufrizal.

Sementara itu dr.Agustinus Sitepu menjelaskan kondisi mayat pada saat dilakukan otopsi sudah dalam kondisi proses pembusukan lanjut dan beberapa bagian tubuh sudah tidak utuh.

Untuk memastikan identitas korban adalah Hanafiah Amin (47) pedagang asal Gampong Tunong Krueng, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, pihaknya mengambil sampel DNA anak korban.

"Usai otopsi jasad korban langsung kita serahkan ke pihak keluarga korban untuk dimakamkan di kampung halaman," jelas Agustinus.

Setelah dilakukan otopsi oleh tim, jenazah yang diduga korban pembunuhan tersebut diserahkan kepada pihak kelurga untuk di makamkan di Gampung Tunong Krueng Kecamatan Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara.

Saat ini penyidik Polres Bener Meriah telah menetapkan dua orang tersangka yakni JM (49) alias UP warga Bener Meriah dan AB (40) alias K yang merupakan warga Langsa.

Sedangkan dua wanita asal Bener Meriah juga sedang menjalani pemeriksaan terkait perkara itu. Sedangkan barang bukti yang disita, masing-masing mobil Panther Pikap milik korban, grek, kayu balok dan per sepeda motor.

Hanafian Amin dibunuh MJ dan AB di sebuah kebun kosong  pada Kamis malam 11 Februari 2021 lalu. Kepala korban dihantam dengan balok kayu dan besi per sepeda motor.

Setelah tak bernyawa, jasad korban disorong pakai grek ke jurang oleh JM dan AB. Untuk menghilang jejak, jasad korban dibakar dengan cara membakar ilalang dan disekitar jasad. Dalihnya biar terkesan itu adalah korban kebakaran.

Komentar

Loading...