Wali Murid SD di Kota Lhokseumawe Keluhkan Biaya Buku LKS

Wali Murid SD di Kota Lhokseumawe Keluhkan Biaya Buku LKS
Ilustrasi.

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Sejumlah wali murid sekolah dasar (SD) di Kota Lhokseumawe mengeluh biaya pembelian buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolah masih mahal, ditambah saat ini pandemi Covid-19 perekonomian masyarakat belum normal.

Seperti yang diutarakan Wulan warga Gampong Kuta Blang, Kecamayan Banda Sakti , mengaku anaknya sekolah menggunakan sistem belajar LKS, per paket untuk satu semester dikenakan biaya Rp 85 ribu. 

“Buat kami warga kurang mampu ini tergolong mahal. Apalagi ini sedang Covid, semuanya serba sulit. Jadi mohon kebijakan dinas atau sekolah agar biaya buku LKS dijual lebih murah,” ungkap ibu tiga anak tersebut, Jum’at (22/1/2021).

Ia meminta pihak sekolah atau dinas pendidikan bisa mensubsidi buku pembelajaran itu menggunakan dana BOS atau dana lainnya, agar meringankan wali murid, terutama bagi keluarga miskin dan mereka yang sangat terimbas Covid-19.

“Memang tidak ada kewajiban membeli, namun bila proses belajar mengajar hari-hari menggunakan pedoman LKS, mau tidak mau ya harus beli juga walau mahal. Kalau tidak beli, anak-anak belajar pakai materi apa?, jadi sama saja ini wajib,” jelasnya lagi.

Hal sama diungkap Nurhayati, setiap semester ia harus merogoh uang ratusan ribu untuk biaya LKS ketiga anaknya yang masih duduk di kelas 1 SD dan kelas 1 SMP. 

Wanita asal Komplek Pemda, Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti ini mengaku untuk anaknya duduk di sekolah dasar diharuskan membeli buku LKS, perbuku seharga 15 ribu hingga 20 ribu rupiah. Sedangkan anaknya yang SMP diatas 100 ribu.

“Anak saya tiga, ketiganya masih sekolah, bayangkan setiap semester saya harus cari uang untuk bayar LKS, sedangkan pendapatan suami hanya pas-pasan untuk makan. Apalagi order kerja selama Covid-19 sangat kurang,” tambahnya.

Ia berharap, dinas pendidikan bisa memberikan keringanan harga, bila masa normal harga Rp 100 ribu, dimasa pandemi ini bisa diringankan menjadi Rp 50 ribu untuk satu paket komplit. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe Ibrahim saat dihubungi  mengaku tidak tahu ada jual beli buku LKS di sekolah dasar. “Saya cek dulu terkait kabar itu, apakah benar atau tidak,” singkatnya.

Namun Kadis Ibrahim juga tidak menjawab saat ditanya aturan jual beli buku bahan belajar para murid tersebut.

Komentar

Loading...