Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Waduk Pusong Tercemar  Merkuri, Ini Tanggapan Anggota DPRK Lhokseumawe

Waduk Pusong Tercemar  Merkuri, Ini Tanggapan Anggota DPRK Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Hasil uji laboratorium, air dan ikan yang hidup dalam waduk Pusong, Kota Lhokseumawe terkontaminasi zat kimia berbahaya dan logam cair Merkuri. Sebab itu Pemko mengluarkan larangan konsumsi ikan berasal dari waduk, termasuk minta masyarakat tidak memasang keramba di lokasi tersebut.

Beberapa waktu lalu  Walikota Suaidi Yahya mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan pembersihan waduk dari keramba dan juga akan mengaktifkan instalasi pengolahan air limbah di waduk.

Sementara itu, anggota DPRK Lhokseumawe dari Fraksi  Gerindra   Akmal  Kasem saat dihubungi anteroaceh.com,  Sabtu (14/11/2020) mengaku sangat  mendukung langkah walikota tersebut. Namun Pemko Lhokseumawe diminta juga mencari solusi bagi petambak yang kehilangan mata pencaharian.

“Kami di DPRK sangat mendukung langkah pak Walikota, namun Pemko jangan mengabaikan petambak keramba yang harus hengkang dari waduk. Mereka butuh bantuan, agar mata pencaharian tidak hilang,” jelasnya.

Ia menyarankan, pemerintah kota Lhokseumawe merekomendasi kawasan perairan dangkal lain yang bisa dijadikan untuk menambat keramba warga. Misalnya di sepanjang DAS atau Muara Krueng Cunda, atau daerah lainnya yang dianggap tepat.

Kemudian Pemko menyediakan bibit baru, karena ikan yang sebelumnya dipelihara di dalam waduk tidak bisa dijual lagi atau dikonsumsi.

“Bila kedua kebijakan itu diambil, maka kebijakan pembersihan waduk tidak terkendala. karena tidak ada yang dirugikan,” jelasnya.

Menurutnya kebijakan itu juga sebagai konsekuensi pemerintah karena sebelumnya tidak tegas melarang warga bertambak di waduk. Walau secara aturannya memang tidak boleh berkeramba di waduk penampungan limbah  masyarakat kota tersebut.

“Ini bukan sekedar  kebijakan pro rakyat, namun juga  langkah manusiawi Pemko Lhokseumawe  membantu masyarakat. Tidak hanya menyelamatkan masyarakat dari Merkuri, Namun juga tidak mematikan pencaharian petambak keramba,” sebutnya.

Perkuat Sosialisasi Bahaya Merkuri
Ketua Komisi D tersebut juga mendesak, Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe segera melakukan pertemuan dengan petambak keramba dan juga masyarakat   sekitar waduk.  Untuk memberikan pemahaman tentang bahaya  Merkuri bagi tubuh manusia.

“Sosialisasi sangat diperlukan dan harus dimulai dari sekarang, masyarakat harus benar-benar paham bahwa memelihara ikan atau mengkonsumsi biota lain yang berasal dari waduk itu sangat berbahay bagi kesehatan. Itu harus benar-benar dipahami, sehingga timbul kesadaran kuat,” ungkapnya.

Dalam hal itu , lanjut Akmal DLH Lhokseumawe harus melibatkan dinas PU PR, Dinas Kesehatan dan Dinas Perikanan, serta  dan aparatur gampong.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...