Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Wabup Abdya Ajak Pemuda Wujudkan Revolusi Mental

Wabup Abdya Ajak Pemuda Wujudkan Revolusi Mental

Blangpidie, Antero Aceh - Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Muslizar MT menyampaikan pesan revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden Ir. Joko Widodo. Menurutnya revolusi mental amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju.

Tujuan mewujudkan Revolusi Mental agar pemuda bisa maju, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Dengan mewujudkan pemuda maju akan menghasilkan bangsa yang hebat.

"Hari ini kita memperingati hari yang sangat bersejarah. Kita semua berhutang budi kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan Negeri ini," hal tersebut disampaikan Muslizar saat memberikan amanat pada upacara Sumpah Pemuda ke-90 di Blangpidie, Aceh Barat Daya, Senin (29/10/2018).

Muslizar mengatakan, pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

"Dalam kesempatan ini kami juga mengharapkan lahirnya generasi muda yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cerdas,kreatif inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan," harapnya dalam acara yang mengusun tema "Bangun Pemuda Satukan Indonesia" tersebut.

Selain itu, Muslizar mengingatkan, generasi muda agar tidak terjerumus dalam narkoba dan selalu berhati-hati menggunakan teknologi supaya tidak terjerumus kedalam hal-hal negative.

"Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber serta daya saing. Namun pada sisi yang lain perkembangan ini mempunyai dampak negative, informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari hoax, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya apabila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara," pungkas Muslizar.(Yas)

Komentar

Loading...