Viral, Bocah Curi Uang Celeng Masjid di Aceh Utara Diancam dengan Pistol oleh Oknum Polisi  dan Dipukul Warga

Viral, Bocah Curi Uang Celeng Masjid di Aceh Utara Diancam dengan Pistol oleh Oknum Polisi  dan Dipukul Warga
Tangkapan layar video.

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Setelah viral rekaman video bocah diikat tali di leher karena mencuri uang celengan Masjid Baiturrahman Ceumpeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara  beberapa hari lalu,  kini muncul video lain dengan korban yang sama pada hari yang sama. Bedanya  kali ini bocah malang itu terlihat ketakutan saat digertak dengan senjata api  oleh seorang oknum polisi, kemudian sempat di pukul beberapa kali oleh warga.

Video berdurasi 3 menit 20 detik itu menyebar di facebook dengan akun munir  pada Senin (31/52021) dan telah dibagikan sebanyak 157 kali. Kemudian video sama juga tersebar di beberapa grup whatsapp.

Baca:

Isinya,  beberapa orang sedang menginterogasi bocah yang tangannya diikat ke belakang dan didudukan di lantai depan masjid. Bocah yang memakai kaos coklat itu dipaksa mengaku memiliki teman saat mencuri uang mesjid. Kemudian ia dituduh telah mencuri sebanyak lima kali.

Dalam tayangan itu bocah asal Gampong Rawang Itek, kecamatan setempat juga diancam akan dilempar ke selokan bila tidak memberitahukan identitas rekannya yang disebut sampai 15 orang. Namun si bocah tetap menjelaskan bahwa aksi baru sekali dilakukan dan sendirian. Kemudian korban dipegang kepalanya kemudian dipukul oleh pria berpakaian batik coklat hitam.

"Ilong kujak sidroe, hana ngon keuh. Yang si gam jeh hana kuturi, jih kon ngon long (aku datang sendiri, tidak ada kawan. Anak lelaki itu aku tak kenal, dia bukan kawanku)," kata si anak lelaki dengan wajah ketakutan.

Kemudian dipertengahan rekaman muncul seorang pria lain yang diduga oknum polisi berpakaian preman. Setelah mendengar penjelasan warga yang berpakaian batik coklat hitam si oknum langsung mengeluarkan senjata api. Saat itu juga ada yang meminta  agar kaki korban ditembak. 

"Ka meungaku aju, meunyo hana nyo hai..(kamu mengaku saja , kalau tak mengaku ..hah  ini..)," kata gertak oknum itu sambil menunjukkan pistol ditangan, namun si bocah tetap mengaku ia beraksi sendiri. 

Selanjutnya oknum polisi itu juga menakut nakuti si bocah dengan mengeluarkan magazin untuk memperlihatkan bahwa itu pistol asli dan ada pelurunya. Sampai akhir rekaman, si bocah masih tetap dengan pengakuan  beraksi sendiri tak mengajak teman. Padahal  ia digertak dengan senjata api dan dipukul warga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, insiden terjadi  pada Senin 24 Mei lalu, tepatnya sebelum korban diikat di leher  oleh  Kaur Pemerintahan Gampong Ceumpeudak Bachtiar Johan. Beberapa hari kemudian aparatur desa itu meminta maaf  di media sosial karena aksinya itu viral dan mendapat kecaman banyak pihak.

Sebelumnya Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Ahmad Yani mengatakan kasus itu telah diselesaikan secara kekeluargaan. Keluarga si bocah telah mengembalikan uang yang dicuri sebanyak 1,5 juta.

Kabarnya bocah malang itu dari keluarga tak mampu  yang tinggal di Gampong Rawang Itek, ayahnya dulu tukang ojek , namun saat ini  tergeletak di rumah karena sakit. Saat perdamaian terjadi di Mapolsek, si bocah ditemani pamannya. Pada saat itu keduanya mengembalikan uang tersebut.

Komentar

Loading...