Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Video Ini Merekam Keberhasilan Perajin Rapai, Tak Surut Saat Pandemi

Video Ini Merekam Keberhasilan Perajin Rapai, Tak Surut Saat Pandemi

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com -  Seniman yang juga video maker asal Aceh Utara Zulfadli Kawom menilai menjadi perajin alat musik tradisi seperti Rapai masih sangat  menjanjikan, bahkan produksi alat musik tabuh tersebut tidak surut walau diterpa pandemi Covid-19.

Seperti yang direkam dalam video singkat digarap oleh Zulfadli, dan telah diunggah ke akun instagram @zulkawom miliknya beberapa hari lalu. Video tersebut juga telah ditonton oleh 1.700 kali oleh netizen karena dinilai menarik.

Video Keberhasilan Perajin Rapai di Aceh Utara

Dalam video berdurasi 05:01 menit itu, menampilkan sosok perajin Rapai Tgk Muhammad Isa  di Gampong Paya Teungoeh Kecamatan Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara. Pria gaek tersebut dianggap  sang legend,  karena  telah menekuni profesinya sejak 1980, atau sudah 40 tahun lamanya.

Untuk satu hari, Tgk Muhammad Isa mampu memproduksi 4 buah Rapai ring 24, dan 12 buah Rapai ring 12.  Bayangkan saja, berapa banyak Rapai yang telah diproduksi di umur yang sudah tak muda.  Untuk satu Rapai siap tabuh dibanderol Rp 1 juta. 

Menariknya lagi, disaat usaha lain menyusut akibat Covid-19,  usaha Rapai miliknya tidak surut  sama sekali. Bahkan pesanan cenderung  meningkat. 

Rapai buatan sang legend tidak hanya dipakai seniman lokal  namun juga banyak dipesan seniman diluar Aceh, seperti Jakarta, Bandung , Surabaya malah pernah dipesan oleh seniman di Sulawesi. Tidak hanya itu, Rapai buatannya juga menjamah  sampai ke mancanegara, seperti Turki, Australia, Malaysia  dan Brunai Darussalam , bahkan pernah kerap dipesan kolektor alat musik dunia.

“Beliau salah satu perajin Rapai terbaik di Aceh, Rapai buatannya sangat berkualitas dengan suara khas. Video ini saya dedikasikan kepada masyarakat agar paham, bahwa menjadi perajin alat musik tradisi juga menjanjikan,” kata Zulfadli Kawom, saat ditemui anteroaceh.com di Dr Kupi, Simpang Buloh, Lhokseumawe, Kamis (19/11/2020).

Walau tak kaya, dari profesinya itu  Tgk Muhammad Isa bisa menghidupi keluarganya.   bahkan anaknya yang paling tua, mengikuti jejaknya menjadi perajin Rapai di Buloh Blang Ara, masih di Aceh Utara. menarik lagi, sejak awal membuka usaha sampai saat ini , Tgk Muhammad Isa tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. 

“Pernah datang dari pihak Bekraf  pusat tahun lalu,  beliau tidak bisa mengajukan   proposal karena tidak paham  soal  administratif, harapan ada bantuan pun kandas. Seharusnya beliau didampingi dibantu sampai ke hal-hal seperti itu, karena dia seorang perajin tulen yang berjasa melestarikan alat seni tradisi,” ungkap Zulfadli.

Tgk Muhammad Isa sosok langka yang wajib mendapat perhatian dari semua pihak terutama pemerintah. Harus dibantu untuk dikembangkan, agar Rapai tetap abadi dan menjadi alat musik kebanggan masyarakat Aceh

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...