UNHCR Minta Izin  Shelter Kandang Lhokseumawe  Dihuni Pengungsi Rohingya Aceh Timur

UNHCR Minta Izin  Shelter Kandang Lhokseumawe  Dihuni Pengungsi Rohingya Aceh Timur
Imigran Rohingya di pengungsian Lhokseumawe (Foto: ist)

IDI, ANTEROACEH.com - UNHCR Indonesia  mengutus dua staf dari Medan dan Kota Lhokseumawe untuk melakukan asesmen terhadap 81 etnis Rohingya yang terdampat di pulau Idaman  Gampong Kuala Simpang Ulim, Aceh Timur. 

Lembaga PBB itu berharap Pemko Lhokseumawe mengizinkan pengungsi korban konflik tersebut dibawa ke shelter BLK Kandang di Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Assistant Protection Officer-UNHCR Indonesia Dwita Aryani kepada anteroaceh.com menerangkan dua petugas yang dikerahkan  tersebut akan melakukan asesmen awal, yaitu untuk mengetahui profil pengungsi dan kebutuhan yang mereka dibutuhkan saat ini. 

“Kita sudah mendapat informasi kedatangan 81 Rohingya di Aceh Timur. Kita sudah kerahkan dua petugas ke lokasi untuk melakukan  asesmen awal mengetahui profil mereka yang sebenarnya dan kebutuhan mereka saat ini,” ujar Dwita.

Katanya, sejumlah lembaga kemanusiaan lainnya yaitu YKMI,Yayasan Geutanyo, IOM dan sejumlah lembaga lain sudah bergabung dengan UNHCR di lokasi pengungsi untuk melakukan pendampingan. 

Saat ini, sebut Dwita,  pihak sedang melakukan koordinasi dengan Pemkab Aceh Timur dan Pemko Lhokseumawe, berharap para pengungsi tersebut bisa dibawa ke  Shelter bekas BLK Kandang yang sebelumnya sempat dihuni oleh dua gelombang pengungsi Rohingya.

“Shelter Kandang sudah memiliki fasilitas yang layak, dan semua bantuan donor sudah ada disana, jadi kita sangat berharap Pemko Lhokseumawe mengizinkan pengungsi tersebut kita bawa kesana, saat ini kita sedang berkoordinasi dan menunggu jawaban dari mereka,” pungkasnya.

Komentar

Loading...