Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Turnamen PUBG di Pidie Dinilai Bertentangan Dengan Fatwa Ulama

Turnamen PUBG di Pidie Dinilai Bertentangan Dengan Fatwa Ulama
Ketua FSN Aceh, Tgk Faisal Al-Athyi S.Pd.I, MA (IST)

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com ÔÇô Sejumlah pemuda di Kabuaten Pidie mengikuti turnamen game online PUBG yang diselenggarakan panitia pada 21-22 Juni 2019 di salah satu warung kopi di kota Sigli.

Turnamen itu ramai diperbincangkan. Pasalnya, beberapa hari lalu Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh baru saja mengeluarkan fatwa haram terhadap game PUBG dan sejenisnya.

Forum Santri Nasional (FSN) Aceh meninlai, pelaksanaan turnamen PUBG di Kabupaten Pidie berlawanan dengan ulama Aceh yang telah mengeluarkan fatwa haram terhadap game tersebut.

Ketua FSN Aceh, Tgk Faisal Al-Athyi S.Pd.I, MA mengatakan, seharusnya panitia membatalkan turnamen tersebut setelah adanya fatwa haram dari MPU.

"Ulama mengeluarkan fatwa haram itu tentu sudah mengevaluasi, menimbang baik buruk efek game tersebut, tidak sesuka hati, sudah seharusnya kita terima dengan baik fatwa tersebut," kata Tgk Faisal saat dimintai tanggapan oleh ANTEROACEH.com, Sabtu (22/6/2019).

Sebagai generasi yang akan mewarisi masa depan Aceh tentu tidak positif, karena menjadi apatis dengan kondisi sekitarnya.

"Terlalu banyak bermain game juga dapat memberi pengaruh buruk pada otak anak. Ditambah lagi, anak-anak yang masih belum memiliki filter yang kuat dalam menyaring informasi yang baik dan buruk," katanya.

Menurut Tgk Faisal, dampak bermain game dengan durasi waktu yang lama bisa berefek buruk bagi kesehatan, psikologis dan kecerdasan anak.

"Bermain game dalam jangka waktu yang normal memang tidak terlalu memberi dampak negatif pada anak. Namun jika dilakukan dalam rentang waktu yang lama dan rutin setiap hari, jelas akan berdampak bagi kemampuan akademik anak," jelasnya.

Ia juga mengimbau pada orang tua agar lebih memperhatikan anak supaya tidak terjangkit efek negatif dari game tersebut.

"Karena ulama Aceh juga tidak mau generasi tanah Serambi Mekkah ini terpapar radikalisme yang bisa saja timbul akibat bermain game yang penuh adegan kekerasan tersebut," pungkasnya.|| HIDAYAT

Komentar

Loading...