Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Tunangan Tak Uuk Bantah Tampung Barang Curian 

Tunangan Tak Uuk Bantah Tampung Barang Curian 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - AS (28) wanita asal Gampong Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara ditangkap polisi karena diduga menampung barang curian dari tunangannya inisial D aliass Tak Uuk (31) yang lebih dulu ditangkap polisi.

Kedua tersangka dihadirkan dalam sesi pers rilis  sejumlah  kasus pencurian di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (8/1/2021) sore. 

Namun saat diwawancara wartawan wanita residivis kasus narkoba tahun 2016 lalu itu membantah terlibat dalam kasus pencurian yang dilakukan tunangannya.

“Waktu itu D hanya menitip sebuah handphone kepada saya, kemudian saya simpan, saya tidak tahu kalau itu hasil curian, saya tidak terlibat dalam kasus ini pak,” jelas AS.

AS mengaku sudah bertunangan dengan Tak Uuk sejak empat bulan lalu, sebelumnya mereka sempat pacaran.

“Kami mau menikah dan saat ini sudah tunangan selama sejak empat bulan lalu,” jawab AS.

Sementara Tak Uuk mengaku terpaksa mencuri karena terhimpit ekonomi, dirinya sudah lama menganggur. Pria itu juga mengaku butuh uang untuk menikahi AS.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto pada Jumat (8/1/2021) sore menerangkan,  Tak Uuk adalah warga Gampong Keude Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara , ditangkap pada 5 Januari lalu sekitar pukul 11 malam di sebuah jalan. 

Tak Uuk juga residivis yang baru saja keluar dari Rutan Lhoksukon, setelah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri pada 2016 lalu karena  terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor. 

“Berdasarkan laporan yang masuk ke  penyidik ada  belasan kasus, yang terbanyak pencurian Handphone warga, ada juga 1 kasus Curanmor,” kata Kapolres Eko Hartanto kepada wartawan di aula tribrata.

Eko Hartanto juga menerangkan  setelah dikembangkan, pada Rabu 6 Januari lalu sekitar pukul 04.00 WIB, petugas menangkap AS  saat tidur nyenyak  di rumahnya di Gampong Tambong Tunong, Kecamatan Dewantara.

“AS pacar Tak Uuk sekaligus tunangan. Wanita ini juga mantan residivis kasus penyalahgunaan narkoba sabu dan divonis bersalah pada 2018 di PN Lhoksukon,” ungkap Eko.

Barang bukti yang disita dari kedua tersangka yakni  10 smartphone , 1 handphone, 1 sepeda motor matic Honda Scoopy hitam merah BL 4122 KAP, 1 sepeda gunung anak-anak merek Phonix, 1 jam tangan  merek Swiss Army  dan dua buah obeng.

Komentar

Loading...