Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Tujuh Daerah di Aceh Berubah Zona Kuning

Tujuh Daerah di Aceh Berubah Zona Kuning
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG). (Foto: ist)

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) mengatakan tujuh daerah kabupaten di Aceh menjadi zona kuning, atau zona risiko rendah peningkatan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).  

Data tersebut dikatakan SAG didapat dari tenaga analis Satgas Covid-19 Nasional walaupun belum ditampilkan secara resmi di laman nasional. Tim analis melakukan analisis data mingguan per 22 Desember 2020 tentang kondisi epidemiologis, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.  

"Tujuh kabupaten di Aceh berhasil mengoreksi nilai skornya dan menjadi lebih baik dibandingkan nilai minggu sebelumnya (perbandingan 13 Desember vs 22 Desember 2020)," ungkap SAG kepada awak media, Selasa (22/12/2020). 

Adapun tujuh kabupaten yang suskses melepaskan diri dari zona oranye dan menjadi zona kuning, yakni Aceh Tenggara (2,39 vs 2,51), Aceh Barat Daya (2,35 vs 2,50), Aceh Tengah (2,12 vs 2,49), Aceh Selatan (2,24 vs 2,48), Bireuen (2,28 vs 2,45), Aceh Timur (2,33 vs 2,44), dan Gayo Lues (2,21 vs 2,42). 

Sementara itu,  16 kabupaten/kota lainnya masih berada di zona oranye, yaitu Nagan Raya (2,19 vs 2,40), Kota Langsa (2,17 vs 2,38), Kota Subulussalam (1,86 vs 2,37), Kota Sabang (2,26 vs 2,37), Aceh Utara (2,2 vs 2,37), Simeulue (2,29 vs 2,35), Aceh Barat (2,17 vs 2,33), dan Pidie Jaya (2,17 vs 2,33). 

Begitu juga Kota Banda Aceh (2,13 vs 2,29), Bener Meriah (2,13 vs 2,28), Aceh Jaya (2,16 vs 2,27), Kota Lhokseumawe (2,16 vs 2,27), Pidie (2,21 vs 2,24), Aceh Singkil (2,08 vs 2,23), Aceh Tamiang (2,06 vs 2,17), dan Aceh Besar (2,02 vs 2,16). 

“Melihat nilai skor kabupaten/kota di zona oranye juga semuanya meningkat, kita optimis minggu depan daerah zona kuning bertambah lagi di Aceh,” ujar SAG. 

Menurutnya, peningkatan nilai skor mingguan tersebut menunjukkan upaya pemerintah kabupaten/kota dan Satgas Covid-19 yang terus berjuang memperbaiki kondisi pandemi di daerahnya. 

Satgas Covid-19 kabupaten/kota bersama tim teknisnya melakukan testing, tracing, dan treatment. Sementara masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dan tidak berkerumun, memakai masker, dan mencuci tangan dengan memakai sabun sesering mungkin. Satgas Covid-19 dan masyarakat harus bersinergi melawan pandemi di daerahnya. 

“Zona oranye bukan zona aman dan semua elemen masyarakat harus bahu-membahu untuk memperbaiki situasi tersebut, sehingga menjadi zona kuning minggu depan,” harapnya. 

Sebagaimana pernah diberitakan, Pakar Satgas Covid-19 Nasional menghitung indikator berdasarkan data surveilans dan database rumah sakit online Kementerian Kesehatan. Indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan, diskoring dan pembobotan, kemudian dijumlahkan. 

Hasil penjumlahan nilai tersebut dikategorisasikan menjadi empat zona risiko; zona risiko tinggi (merah) : 0 – 1,80, zona risiko sedang (oranye): 1,81 – 2,40, zona risiko rendah (kuning): 2,41 – 3,0, dan zona tidak ada kasus (hijau): tidak tercatat kasus Covid-19 positif atau tidak ada penambahan kasus (konfirmasi) baru dalam empat minggu terakhir, dan angka kesembuhan 100%. 

“Data hasil skoring dan pembobotan setiap kabupaten/kota di atas penting bagi Satgas Covid-19 dan segenap komponen pemerintahan dan masyarakat, sehingga dapat menakar effort yang masih diperlukan untuk meninggalkan zona oranye dan naik ke zona kuning atau zona risiko rendah Covid-19,” pungkas SAG.

Komentar

Loading...