Trend Sepeda di Tengah Pandemi, Dua Pengusaha di Meulaboh Ini Kebanjiran Orderan

Trend Sepeda di Tengah Pandemi, Dua Pengusaha di Meulaboh Ini Kebanjiran Orderan

MEULABOH, ANTEROACEH.com - Di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia, gaya hidup masyarakat juga perlahan mulai berubah menuju hidup sehat. Salah satu gaya hidup sehat yang menjadi trend saat ini adalah bersepeda. Selain banyak manfaatnya bersepeda juga bisa menghilangkan perasaan stress dan bosan. Aceh menjadi salah satu wilayah yang banyak masyarakatnya mulai bersepeda di jalanan.

Biasanya pesepeda di Aceh sering terlihat bergerombolan pada saat sore hari atau pagi hari saat weekend tiba. Bukan berarti tidak punya sepeda kamu tidak bisa ikutan gowes, ternyata di Meulaboh ada pengusaha sepeda yang menawarkan jasanya dan kini mulai kebanjiran orderan.

Salah satu pengusaha tersebut adalah  Fajar Oza Pratama (27) warga Gampong Seunebok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Ia menawarkan jasa rental sepeda yang bisa disewa per jam, harian bahkan mingguan dengan harga mulai dari Rp. 4 ribu- Rp. 170 ribu saja.

Fajar Oza Pratama (27) pemilik usaha rental sepeda Mandiri Usaha di Meulaboh.

Berawal dari hobi bersepeda dan iseng upload di snap, ia mendapat banyak tanggapan positif dari teman-temannya yang berlanjut menjadi sebuah ide untuk membuka usaha rental sepeda.  Fajar telah menjalankan usahanya sejak Februari 2019 lalu dengan jumlah 35 unit sepeda dari berbagai jenis sepeda gunung sampai dengan sepeda lipat.

"Setahu saya yang di Meulaboh masih saya sendiri yang buka usaha ini dan sebelum maupun selama pandemi alhamdulillah lancar sampai 100% sampai-sampai sepedanya tidak cukup untuk kebutuhan konsumen," ucap Fajar kepada anteroaceh.com.

Berbagai jenis sepeda gunung atau bisa disebut Montain Bike (MTB)dan sepeda lipat berbagai warna yang disewakan dirumahnya.

Selain itu, lanjutnya sepeda yang ditawarkan hanya untuk ukuran dewasa dan prosesnya juga sangat mudah. Konsumen bisa langsung datang ke alamat rumahnya di jalan Bungong Jaroe, Seuneubok atau melakukan pemesanan melalu via whatapps atau telpon yang dilakukan jauh-jauh hari agar tidak kehabisan.

"Jika ambil harian jaminan nya KTP, tapi kalau ambil Perjam nya tidak ada, biasanya mereka hanya meninggalkan sepeda motor mereka saja di rumah dan jika ada kerusakan menjadi tanggung jawab penyewa, " pungkas Fajar.

Berbeda dengan Fajar, pasangan suami istri bernama Rudi (46) dan Anis (46) memiliki usaha jual sepeda bekas yang terletak di pinggir jalan nasional Meulaboh-Tapaktuan, di Gampong Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Untuk kamu yang tidak memiliki budget lebih untuk membeli sepeda baru yang harganya bisa mencapai jutaan bisa datang ke sini dan melihat-lihat terlebih dahulu.

Berbagai jenis sepeda bekas yang sudah diperbaiki, siap jual dan dipajang di depan tempat usahanya

Pembeli ditempatnya terdiri dari berbagai kalangan dan tidak hanya berasal dari Aceh Barat, tetapi juga dari luar Aceh Barat bahkan ada dari Sumatra Utara yang kebetulan melintas jalan tersebut. Usaha yang belum genap setahun itu merupakan ide sang suami yang awalnya bekerja sebagai pencari barang bekas.

"Alhamdulillah selama pandemi ada peningkatan penjualan sekitar 20%, mungkin karena harganya terjangkau ya di sini," ucap Rudi saat ditemui anteroaceh.com ditempat usahanya.

Ada berbagai jenis sepeda bekas yang ditawarkan, mulai dari sepeda anak-anak sampai jenis sepeda gunung dewasa dengan harga dimulai dari Rp. 150 ribu- Rp. 1 juta. Sepeda bekas itu didapatnya dari para penadah  yang dibelinya sekitar Rp. 4 ribu per kilogram dan ditangan mereka disulap menjadi baru kembali.

"Banyak juga pembeli yang datang dan langsung bayar panjar padahal sepedanya masih belum diperbaiki sama sekali, tapi karena mereka lihat dan suka jadi langsung dibooking," timpal Anis.

Salah seorang putrinya ikut membantu melakukan proses pengecatan sepeda bekas yang sudah diperbaiki

Dibantu oleh dua orang anaknya dan satu orang pekerja, tokonya mulai buka dari pukul 08.30 pagi sampai sore menjelang magrib. Tidak hanya menjual sepeda bekas, pelanggan juga dapat memperbaiki sepeda ditempatnya dengan waktu pembuatan mulai dari setengah jam sampai dengan seharian tergantung kerusakan dengan harga terjangkau.

Seorang pekerja sedang melakukan perbaikan pada salah satu jenis sepeda gunung paling banyak diminati oleh pelanggan.

Dikarenakan peminatnya banyak, belakangan Anis mengaku usahanya mulai kesulitan untuk mendapatkan stock sepeda bekas untuk dijual kembali.

Nah, untuk kamu yang tidak punya sepeda tapi sangat ingin gowes bisa pilih salah satu opsi tersebut. Bisa pilih rental sepeda atau beli dan perbaiki sepeda bekas kamu dengan harga terjangkau. 

Komentar

Loading...