Tren Pelanggaran Protkes di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar Terus Meningkat

Tren Pelanggaran Protkes di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar Terus Meningkat
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG). (Foto: ist)

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Tren pelanggaran Protokol Kesehatan (Protkes) di wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar terus meningkat menjadi 7.493 orang sejak awal September 2020.

"Dilihat dari data-data pelanggaran Protkes di Banda Aceh dan Aceh Besar, tren-nya terus meningkat selama operasi yustisi dilakukan," ucap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) kepada awak media, Selasa (8/12/2020).

Dikatakannya pada bulan September 2020 ada sekitar 1.050 orang pelanggar protkes yang terjaring dan langsung ditindak di tempat. Kemudian di bulan Oktober malah semakin naik menjadi 2.269 orang dan selama bulan November kenaikan menjadi dua kali lipat dari sebelumnya yaitu sebanyak 4.174 orang pelanggar protkes.

Bahkan, sambung SAG pada minggu pertama di bulan Desember 2020 petugas gabungan telah menjaring sebanyak 883 pelanggar Protkes di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

"Sanksi bagi para pelanggar Protkes tersebut dikenakan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 51 Tahun 2020 tentang Peningkatan Penanganan Covid-19, Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di Aceh. Mereka yang terjaring diberikan sanksi di tempat sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan," terang SAG.

Ia mengatakan berdasarkan laporan Wakil Koordinator Lapangan Penegakan Protkes Satpol PP-WH, Marzuki, pelanggaran umumnya tidak memakai masker saat terjaring razia.  Mereka dikenakan sanksi lisan dan sanksi sosial sebanyak 7.019 orang, teguran tertulis sebanyak 4.111 orang, kerja sosial 2.406 orang, dan denda administratif terhadap 62 pelanggar, hingga awal Desember 2020. 

Sanksi teguran lisan dikenakan kepada pelanggaran pertama dan teguran tertulis bagi pelanggaran kedua.  Sanksi sosial diberikan bersamaan dengan teguran lisan berupa menyanyikan lagu nasional dan lagu-lagu daerah, membaca surat pendek Alquran bagi yang beragama Islam, atau mengucapkan janji tidak akan mengulangi melanggar Protokol Kesehatan. 

Sanksi kerja sosial dikenakan kepada pelanggar ketiga berupa membersihkan fasilitas umum seperti menyapu jalan atau memungut sampah. Sedangkan denda administratif dikenakan bagi pelanggar Protkes keempat kalinya, berupa pembayaran denda administratif paling banyak lima puluh ribu rupiah, papar SAG. 

“Sanksi itu sendiri amat ringan dan sama-sekali bukan tujuan operasi yustisi. Yang paling penting terjadi peningkatan kepatuhan untuk menjalankan Protkes di masa pandemi Covid-19 saat ini,” tutur SAG. 

Komentar

Loading...