Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Tolak Bulan Bintang, Forkab Aceh Tengah Dukung Alam Peudeng Dijadikan Bendara Aceh

Tolak Bulan Bintang, Forkab Aceh Tengah Dukung Alam Peudeng Dijadikan Bendara Aceh

TAKENGON, ANTEROACEH.com - Menyikapi polemik yang berkembang tentang bendera Aceh yang sedang dalam pembahasan DPRA, Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh Tengah menyatakan menolak bendera Bulan Bintang sebagai bendera Aceh.

Hal ini disampaikan Ketua Forkab Aceh Tengah, Safi'i kepada ANTEROACEH.com, Jum'at , (12/07/19). Ia meminta DPRA tidak memaksakan bendera bulan bintang dijadikan bendera Aceh.

Syafi'i mendukung statemen dari beberapa lembaga yang muncul di media yang cendrung mengusulkan Bendera Alam Peudeung menjadi bendera Aceh karena dinilai mewakili seluruh lapisan masyarakat Aceh.

Pria yang akrab disapa Pang Tapa itu menjelaskan alasannya tidak menyetujui Bendera Bulan Bintang karena bendera tersebut sangat menyerupai bendera kelompok sparatis GAM dimasa konflik.

" Alasan saya tidak setuju Bendera Bulan Bintang dijadikan sebagsi imbol atau lambang Provinsi Aceh adalah karena bendera tersebut masih menyerupai bendera kelompok separatis GAM," ujar Pang Tapa.

Bukan hanya itu, lanjutnya, pengesahan Bendera Bulan Bintang juga tidak mendapat restu dari pemerintah pusat hingga saat ini, "Jadi kenapa dipaksakan jika setelah sekian lama tidak juga disetujui. Disamping itu kita kan tau hanya sebagian kecil masyarakat aceh saja yang setuju dengan bendera tersebut."

Lebih Lanjut Syafi'i mengatakan, jika menyikapi UU No 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh dan juga Qanun No 3 Tahun 2019 Tentang Lambang dan Simbol Pemerintah Aceh, sebaiknya diusulkan bendera lain yang tidak mempunyai kesamaan atau kemiripan dengan Bendera Bulan Bintang, melihat historis Kerajaan Aceh dimasa lampau.

"Alangkah baiknya jika digunakan Bendera Alam Peudeung saja untuk Lambang dan Simbol Pemerintah Aceh, disamping bendera tersebut adalah lambang kejayaan Bangsa Aceh dimasa lampau, bendera tersebut juga merupakan salah satu pemersatu bagi masyarakat Aceh dari setiap suku, golongan dan lembaga-lenbaga yang ada di Aceh," ujarnya.

Seharusnya, kata Syafi'i dari pada berkutat pada urusan bendera yang menguras waktu dan energi para petinggi dan elit politik Aceh, sebaiknya Pemerintah dan Legislatif mengutamakan program yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, itu lebih berguna dan bermanfaat bagi rakyat dengan menjalankan program yang pro rakyat.|| ROBBY

Komentar

Loading...