Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

TNI AL Tangkap Kapal Ikan Asal Malaysia di Selat Malaka

TNI AL Tangkap Kapal Ikan Asal Malaysia di Selat Malaka

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - KRI Kerambit - 627 berhasil menangkap tiga kapal ikan berbendara Malaysia saat sedang melakukan ilegal fishing  di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia tepatnya kawasan Selat Malaka, Minggu (8/11/2020) pagi.

Tiga kapal ikan asing dengan nomor lambung  PKFB 1223, PKFB 1928 dan  PKFB 1921 itu ditangkap saat KRI sedang patroli rutin di kawasan Selat Malaka.  

“Penangkapan tersebut berkat operasi Koarmada I KRI Kerambit 627 di wilayah Selat Malaka dalam rangka mengamankan wilayah perairan Indonesia dari aktifitas ilegal fishing,” kata Panglima Koarmada I Laksamana Muda A. Rasyid K dalam siaran pers Senin, (9/11/2020).

Menurutnya, saat KRI Kerambit 627 sedang berpatroli tiba-tiba mendapat kontak radar ada dua  kapal asing yang masuk wilayah perairan Indonesia, kemudian dilakukan pengejaran dan penangkapan.

Saat digeledah Kapal berbendera Malaysia tersebut diketahui bernomor lambung PKFB 1223 berbobot 66 GT. Memuat ikan campuran kurang lebih 5 ton. Dinahkodai  "S" serta 5  awak kapal kebangsaan Myanmar.

Pada kapal lain, PKFB 1928  petugas TNI AL mendapatkan kapal tersebut berbobot 68 GT memuat 5 ton ikan campuran dinahkodai "Z" dengan 4 Orang ABK berkebangsaan Myanmar. Muatan Ikan campuran pada kedua kapal tersebut diduga hasil penangkapan menggunakan trawl secara illegal di perairan Indonesia.

Selanjutnya KRI Kerambit-627 berhasil menangkap kapal ketiga, yaitu PKFB 69 GT berbendera Malaysia memuat 6 ton ikan campuran. Dengan nakhoda 'PK'  dan 5 ABK berkebangsaan Thailand.

"Saat ini ketiga Kapal  berbendera  Malaysia itu  sedang dikawal menuju Lantamal I Belawan. Kasus ini akan kita dalami dan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,"  ungkap  Pangkoarmada I.

Kemudian Nakhoda dan awak kapal asing yang terbukti  melakukan illegal fishing dengan jaring di Perairan Indonesia tanpa dokumen  sah melanggar Pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat (1) dan Pasal 93 Jo Pasal 27 Ayat (2) UU Perikanan Nomor 45 Tahun 2009. 

TNI AL  akan selalu melakukan pengawasan di wilayah Selat Malaka yang disinyalir sampai saat ini masih banyak didapati illegal fishing dan juga digunakan sebagai jalur penyelundupan narkoba dan komoditi illegal lain untuk masuk ke Indonesia dari jalur laut.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...