Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Tidak Ada Perjanjian Hitam di Atas Putih, Jumlah Investasi di Yalsa Boutique Sulit Didata

Tidak Ada Perjanjian Hitam di Atas Putih, Jumlah Investasi di Yalsa Boutique Sulit Didata

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy  mengaku kesulitan mendata jumlah total investasi member kepada Yalsa Boutique.

Kesulitan itu diakuinya lantaran selama ini tidak ada perjanjian yang kuat secara hukum, atau perjanjian hitam di atas putih antara onwer dengan member, dan  mereka juga hanya melakukan komunikasi melalui WhatsApp group.

"Mereka tidak punya perjanjian hitam di atas putih jadi hanya mengambil uang masyarakat dengan KTP dan dicatat dari uang yang diinvestasikan misalnya Rp2 juta maka mereka akan mendapatkan keuntungan sampai maksimal Rp1 juta atau 50 persen tiap kali ada keuntungan," ungkap Winardy saat ditemui anteroaceh.com di Lobi Gedung A, Polda Aceh, Selasa (23/2/2021).

Dikatakan Kabid Humas untuk mendapatkan member, pihak Yalsa mengiming-imingkan keuntungan 30 %- 50% dari modal yang diinvestasikan dengan hanya mensyaratkan KTP dan uang setoran saja.

"Adapun minimal penyetoran sebesar Rp500 ribu sampai maksimal tak berbatas. Bahkan ada member yang menginvestasikan uangnya sampai ratusan juta," tambahnya.

Uang yang diinvestasikan, lanjutnya tidak boleh diambil selama enam bulan. Namun, sejak awal Januari 2021 mulai bermasalah karena sebagian member berusaha mengambil uangnya kembali.

"Karena  keuangan Yalsa sudah tidak sehat sampai akhirnya Yalsa memutuskan uang member tersebut hangus," ucapnya.

Untuk itu ia meminta semua reseller agar memanggil para membernya untuk segera melaporkan ke Polda, agar nantinya didata dan dilakukan pemeriksaan.

"Kami  menghimbau masyarakat yang mungkin ikut investasi di Yalsa Boutique agar melaporkan ke Polda tepatnya di Ditreskrimsus Polda Aceh agar nanti di data dan kita bisa tau jumlah fix berapa member mereka dan berapa jumlah dana yang sudah mereka investasikan," sebut  Winardy.

Saat ini lanjutnya, polisi juga telah menyita sejumlah aset pemilik Yalsa Boutique berupa satu unit masing-masing mobil Alphard, Honda Civic Turbo, Toyota Yaris dan satu unit rumah untuk mencegah kerugian yang lebih besar dari masyarakat. Termasuk juga mengamankan beberapa dokumen izin usaha dan beberapa dokumen penting lainnya.

Aset tersebut, dikatakan Winardy diamankan pihaknya karena owner juga sudah membuat surat pernyataan akan mengembalikan modal member di bulan Februari 2021 dan juga agar tidak membuat masyarakat bergejolak.

"Kita amankan karena memang juga si owner itu sudah membuat surat pernyataan bahwa akan mengembalikan modal member di bulan Februari.Kita berupaya agar tidak adanya kerugian yang lebih luas dan masyarakat nanti bergejolak maka pihak kepolisian yang mengamankan terlebih dahulu," pungkas Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy.

Komentar

Loading...