Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Ternyata Terduga Teroris yang Diamankan di Aceh Lima Orang

Ternyata Terduga Teroris yang Diamankan di Aceh Lima Orang
Ilustrasi. Foto: Kompas.com

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polda Aceh telah mengamankan sebanyak lima orang terduga teroris di beberapa lokasi terpisah di Aceh.

Mereka masing-masing berinisial  RA (41), SA alias S (30), UM alias AZ alias TA (35), SJ alias AF (40) dan MY (46).

"Penangkapan tersebut berlangsung di empat lokasi terpisah," ungkap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Sabtu (23/1/21)siang.

Ia menjelaskan penangkapan pertama dilakukan pada Rabu malam sekira pukul 19.45 WIB di jalan Blang Bintang, Krueng Raya, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar.

Di lokasi itu Densus 88 berhasil mengamankan dua terduga teroris yakni; RA (41) warga Langsa Kota dan SA alias S (30) warga Banda Baro, Aceh Utara.

Lokasi penangkapan selanjutnya, pada Kamis sekira pukul 10.00 WIB di Pasar Simpang 7 Ulee Kareng, Kecamatan Ulee Kareng. Disana diamankan terduga teroris berisial UM alias AZ alias TA (35). 

Pada malamnya sekitar pukul 20.00 WIB petugas kembali berhasil mengamankan SJ alias AF (40) di Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa dan MY (46) diamankan di Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.

"Kelima terduga teroris ini diduga terlibat dalam jaringan Bom Polrestabes Medan, dan juga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Riau," ungkap Winardy.

Mereka juga, sebut Winardy berencana membuat bom yang akan digunakan untuk aksi teror di wilayah Aceh, serta berencana berangkat ke Afghanistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah ISIS.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan saat dilakukan penangkapan dari kelima terduga teroris adalah beberapa bahan pembuat bom, 1 kilogram pupuk Kalium Nitrat, 250 gram The Organic Stop Actived Charcoal (bubuk arang aktif) 1 botol (2.000 pcs) peluru gotri silver cosmos 6 mm, beberapa potongan pipa besi sebagai alat pembuatan dan isi bom.

Serta beberapa dokumen yakni buku catatan sebagai penyampaian pesan yang berisi ancaman terhadap TNI/Polri, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.

"Paspor milik terduga teroris juga ditemukan untuk melaksanakan hijrah ke Khurasan, Afghanistan," ungkapnya

Kemudian juga turut diamankan beberapa buku kajian ISIS dan Tauhid serta Compact Disk dan Falsh Disk dan juga tiga unit masing-masing  Android dan HP biasa berbagai merk yang digunakan terduga teroris untuk berkomunikasi dengan jaringan dan kelompok teror.

Termasuk alat-alat digunakan dalam proses idad (latihan fisik persiapan aksi teror) berupa samsak tinju, besi dan busur panah, beberapa barbel besi.

"Para terduga teroris saat ini masih proses pemeriksaan di Polda Aceh dan selanjutnya akan dibawa ke Mabes Polri Jakarta" , pungkas Winardy. 

Komentar

Loading...