Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Ternyata, Rokok Ilegal yang Disita Bea Cukai di Perairan Aceh Timur Bukan 10 Juta Batang

Ternyata, Rokok Ilegal yang Disita Bea Cukai di Perairan Aceh Timur Bukan 10 Juta Batang

LANGSA, ANTEROACEH.com - Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh merevisi jumlah rokok illegal merek Luffman yang disita Bea Cukai Langsa dan Kepri dalam KM Millenium di perairan Aceh Timur pada 12 April lalu. Sebelumnya disebutkan disita 10 juta batang lebih, namun setelah dihitung kembali hanya  6,5 juta batang lebih.

Baca: Bea Cukai Amankan Ribuan Dus Rokok Ilegal di Perairan Aceh Timur

“Jumlah muatan yang kami sebutkan sebelumnya adalah perkiraan yang mengacu pada jumlah muatan kapal pembawa rokok ilegal ditangkap sebelumnya yakni KM Seroja GT 25 di Perairan Jambo Aye, Aceh Utara. Kedua kapal  tersebut memiliki tonase kotor yang sama yakni 25 Gross Tonnage (GT). Namun setelah dihitung hanya 6,5 juta batang,” kata Isnu Iswantoro Humas Bea Cukai Aceh dalam rilis beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, setelah ditangkap , KM Millenium dengan muatan rokok illegal itu sempat terapung di laut beberapa hari karena tidak mendapat izin sandar ke dermaga pelabuhan Langsa. Dalihnya masalah penanganan Pandemi Korona.

Akhirnya, muatan dipindahkan dari KM Milenium ke dermaga menggunakan Kapal Patroli Bea Cukai Kuala Langsa. kemudian diangkut ke gudang Kantor Bea Cukai Kuala Langsa menggunakan truk untuk dilakukan pencacahan.

“Berdasarkan hasil pencacahan, Petugas menemukan  sebanyak 6.520.000 (enam juta lima ratus dua puluh ribu) batang. Dikemas dalam 652 karton@50 slop@10 bungkus@20 batang dengan nilai Rp 6.617.800.000.  Negara mengalami kerugian dari sektor perpajakan sebesar Rp 7.252.685.000,” sebutnya.

Penjelasan tersebut juga sebagai klarifikasi, karena sempat beredar kabar perbedaan hasil sita dilaut dengan hasil  sitaan setelah diangkut ke darat.

Komentar

Loading...