Ternyata Pemkab  Aceh Utara Telah Cairkan Dana Operasional BRA 2019 dan 2020

Ternyata Pemkab  Aceh Utara Telah Cairkan Dana Operasional BRA 2019 dan 2020

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Kepala Kesbangpol Aceh Utara Zulfadli menegaskan dana operasional Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Aceh Utara  tahun 2018, 2019 dan 2020 sudah dicairkan.

Penegasan tersebut sekaligus menjawab soal upah puluhan tenaga kontrak badan tersebut yang mengaku tidak mendapatkan upah sesuai SK sejak awal tahun 2018 lalu.

“Setelah muncul kabar itu, saya cek ke kabid dan pemeriksaan berkas sudah kita cairkan sebanyak Rp 350 juta tahun 2018, 2019 dan tahun ini baru diciarkan Rp 200 juta oleh ketua baru Anwar Ramli,” jelas Zulfadli, Minggu (3/5/2020).

Baca: Soal Upah Tak Dibayar 23 Bulan, Staf BRA Aceh Utara Mengadu ke Polisi

Menurutnya, pencairan dana BRA tahun 2018 dan 2019 terjadi masa kepala lama yaitu pak Adami. Sedangkan dirinya baru dilantik sebagai kepala Kesbangpol Aceh Utara medio Oktober 2019. Setahunya dana itu dicairkan dalam dua tahap, di awal tahun sebanyak Rp 200 juta dan sisanya di akhir tahun.

Sementara itu,  pengakuan ketua BRA Aceh Utara  lama Muradi ke para  mantan stafnya saat mendatangi pendopo bupati di Lhokseumawe pada Selasa pekan lalu. Ia mengaku untuk tahun 2019 tidak ada penarikan dana sama sekali, karena proses pembayaran dilakukan pada tahun 2020.

Menurut Muradi, dana operasional termasuk upah para staf untuk tahun 2019 diusulkan ke tahun 2020. Sedangkan terkait nilai upah, katanya disesuaikan dengan plot anggaran operasional yang diberikan oleh Pemkab Aceh Utara.

Baca juga: 23 Bulan Gaji Tak Dibayar, Staf BRA Aceh Utara Datangi Pendopo Bupati

“Bila dihitung sesuai SK Rp 1 juta per bulan atau Rp 1,5 juta per bulan, maka dana yang harus diplot  mencapai miliaran, sedangkan yang kita terima hanya  Rp 350 juta, dua kali penarikan dan semua disitu, termasuk dana perjalanan  dinas, kebutuhan kantor dan termasuk sewa kantor,” katanya saat itu.

Sementara itu, seorang mantan staf Razi saat dihubungi anteroaceh.com,  Minggu (3/5/2020) mengaku kaget setelah dapat kabar ternyata dana tahun 2019 sudah dicairkan Pemkab.  Karena kabar tersebut bertolak belakang dengan informasi yang disampaikan oleh mantan ketua Muradi sebelumnya.

Namun, jelasnya pada saat datang ke pendopo tempo hari, Muradi meminta waktu selama satu pekan hingga Selasa 5 Mei ini untuk mencari solusi soal 23 bulan upah mereka yang belum dibayar sejak 2018.

“Kami akan segera melapor ke polisi untuk kasus ini, bila nanti tidak ada jalan keluar dari mantan ketua Muradi,” katanya.

Untuk diketahui, pada 28 April lalu, belasan staf berstatus tenaga kontrak BRA Aceh Utara mendatangi kantor bupati di Lhokseumawe untuk meminta kejelasan upah 23 bulan yang belum mereka terima ke Bupati. Sayangnya, hingga malam orang nomor satu di Aceh Utara itu tidak kunjung menemui mereka.

Komentar

Loading...