Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Ternyata Pembunuh Nek Fatimah di Aceh Utara Adalah Anaknya

Ternyata Pembunuh Nek Fatimah di Aceh Utara Adalah Anaknya

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com – Kurang dari 24 jam, personil Polres Aceh Utara berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Nek Fatimah (63) yang ditemukan bersimbah darah di rumahnya di Dusun Tgk. Mak Amin, Gampong Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Senin (8/7/2020) pagi kemarin.

Baca: Seorang Nenek di Aceh Utara Ditemukan Tewas Digorok

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi, Selasa (9/6) mengatakan pelaku adalah anak kandung korban yang sebalumnya merupakan saksi karena ia yang pertama kali menemukan korban dalam kondisi bersimbah darah.

Pelaku berinisial N, 43 tahun (sebelumnya ditulis 35 tahun) warga Gampong Alue Bili Rayeuk, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Berdasarkan keterangan pelaku kepada polisi, ia tega mengahabisi ibu karena tidak diberi uang oleh korban saat diminta.

“Menurut keteranganya, pelaku berangkat dari rumahnya di Alue Bili sekitar pukul 05.00 WIB menuju ke pasar Panton. Kemudian pada pukul 05.45 WIB pelaku berangkat ke rumah orang tuannya (korban),” terang AKP Rustam.

Sesampai di rumah korban, pelaku mengampil sebilah pisau yang disembunyikan di dekat pohon pisang, selanjutnya pelaku masuk ke rumah korban melalui dinding rumah yang terbuat dari karung padi.

Saat itu pelaku meminta uang sebanyak Rp. 300 ribu kepada korban, namun korban menjawab tidak punya uang sebanyak itu.

“Pelaku kemudian meminta uang sebanyak 20 ribu saja untuk membeli rokok. Tapi korban  menjawab tidak ada uang dan pelaku langsung mengancam korban dengan sebilah pisau,” terang Kasat.

Mendapat ancaman itu korban sempat mengatakan, "Gorok saja leher saya, biar saya dapat surga".

Tanpa pikir panjang palaku langsung mengahabisi orang yang telah melahirkannya itu dengan sebilah pisau.

Setelah menggorok leher korban, pelaku membalikkan tubuh korban dan berupaya merekayasa peristiwa seolah-olah bukan dia pelakunya.

Usai melakukan aksinya palaku sempat menyusun sejumlah skenario untuk mengaburkan kasus tersebut termasuk dengan mengunci kembali pintu rumah dan membuang pisau yang digunakan di dekat dinding kamar korban.

Pelaku sempat pergi ke Keude Kopi 39 di Kota Panton Labu namun belum sempat memesan minuman ia seperti tak nyaman dan meninggalkan warung kopi tersebut.

"Pelaku kembali lagi ke TKP, sesampai di TKP  ia mengedor rumah Makbitnya yang berada di samping TKP dengan memberitahu ibunya sudah meninggal dan palaku langsung pergi memberitahu saudaranya, Ibrahim tentang kabar itu,” papar Kasat Reskrim.

Saat kembali ke TKP palaku melihat di TKP sudah banyak masyarakat dan anggota polisi. Polisi langsung melakukan olah TKP dan memeriksan saksi. Saat diperiksa oleh polisi sebagai saksi akhirnya pelaku mengaku telah menghabisi ibunya sendiri dan meceritakan kronologis kejadian tersebut.

Komentar

Loading...