Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Terjerat Perkara Pencemaran Nama Baik Kepala SLB Bireuen, Akun @acehworldtime Ungkap Sumber Video

Terjerat Perkara Pencemaran Nama Baik Kepala SLB Bireuen, Akun @acehworldtime Ungkap Sumber Video

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Terkait perkara dugaan pencemaran nama baik kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Vokasional Muhammadiyah Bireuen karena dituduh mencuri uang kotak amal di Masjid Alue Bilie, Baktia, Aceh Utara, pemilik akun instagram @acehworldtime dan channel youtube Syerry Quxy angkat bicara.

Ikbal penanggungjawab @acehworldtime saat dihubungi anteroaceh.com beberapa waktu lalu, mengaku pihaknya siap-siap saja bila perkara tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Istiarsyah Iskandar.

“Kalau dilaporkan ke Polisi, ya kami siap-siap saja. Namun perkara ini sedang proses mediasi oleh pihak gampong, saya juga sudah berusaha hubungi pak Istiarsyah namun kurang direspon,” ungkap Ikbal yang juga menjelaskan bahwa instagram @acehworldtime dikelola oleh beberapa admin.

Dijelaskan juga, postingan “Diduga seorang ayah mengajari anaknya ,mencuri kotak amal mesjid” di akunnya sudah dihapus dan telah diganti dengan permintaan maaf. Walau  sempat tayang 11 jam. Malah, Ikbal menyebutkan ia memiliki beberapa rekaman lain tentang kejadian di masjid itu, namun tidak diungkap biar tidak semakin bias dan merugikan Istiarsyah.

Saat ditanya sumber rekaman CCTV yang berakhir viral itu, Ikbal mengaku berasal dari bilal masjid, kemudian dikirim ke grup whatsapp Gampong Alue Bilie Rayeuk, kemudian ia mendapatkan hasil repro video itu dari seorang temannya yang ada dalam grup tersebut.

“Saya sudah bertemu dengan pengurus masjid dan masyarakat gampong, mereka merasa bersalah, karena tidak crosscek terlebih dahulu kebenarannya,” katanya lagi.

Sepengatahunnya  dari Bilal masjid, bahwa pada pagi hari Rabu 29 Juli lalu  disediakan dua kotak amal. Mulai pukul 08.00 WIB hingga zuhur dipastikan kunci kotak amal tidak terbuka.  Berbeda dengan penjelaskan Istiarsyah dalam postingannya yang juga viral di facebook, yang mengaku kotak itu sudah terbuka.

“Memang dalam rekaman itu tidak terlihat proses pemindahan uang  ke kotak yang masih terkunci. Yang diketahui bahwa salah satu kotak amal sudah kosong,” pungkasnya.

Sementara itu pada Senin (3/8/2020) Istiarsyah Iskandar , kepala SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen resmi melaporkan akun media sosial  ke Polres Aceh Utara.

Bersama kuasa hukum Muhammad Ari Syahputra, ia tiba di Polres di Lhoksukon sekitar pukul 15.00 WIB, melaporkan  empat akun media sosial ke petugas SPKT atas dugaan pencemaran nama baik dirinya dan keluarga.

“Ada empat akun yang saya laporkan, instagram @acehworldtime, facebook Hendra Gunawan dan dua kanal youtube Tek Manok serta Syerry Quxy. Mereka telah menuduk saya dan keluarga mencuri uang kotak amal mesjid,” jelasnya.

Diterangkan, akun Instagram @acehworldtime memosting “Diduga seorang ayah mengajari anaknya ,mencuri kotak amal mesjid”. Akun youtube Syerry Quxy memposting hasil rekaman CCTV dengan judul “Pencurian di Masjid Alue Bilie Rayeuk, Baktia Aceh Utara Satu Keluarga”. Sedangkan akun facebok Hendra mempostingan postingan Syerry Quxy di kolom dengan status “hhhhhh, Satu Keluarga Bit Abeuk B*j**ng”. Sedangkan akun Tek Manok menayangkan rekaman sama, namun tidak jelas judulnya.

“Semua akun itu telah menghapus postingannya, namun kita telah memiliki  bukti  akurat termasuk rekaman CCTV yang direpro dengan smartphone. Saya akan terus memantau media sosial, untuk mengantisipasi kemungkinan postingan itu masih beredar di masyarakat,” jelas pria yang akrab disapa Pak Dedek.

Tujuan pelaporan ini katanya  sebagai  ibadah bagi profesi seorang pendidik, yaitu mengajarkan seseorang yang tidak paham menjadi paham. Sama seperti seperti  mengajar anak-anak didik di sekolah, namun ini dengan konteks yang berbeda.  ini untuk  mengajarkan terlapor agar paham  ber-medsos dengan mengutamakan akhlak baik,  bermanfaat bagi generasi bangsa.

Dia juga menegaskan, dalam rekaman CCTV itu jelas terlihat anaknya membawa kotak amal rusak ke belakang mimbar. “terus terang gara-gara postingan fitnah itu, anak saya trauma berat. Ibu saya dan istri juga terguncang dengan tuduhan tak berperikemanusian tersebut,”  sebutnya lagi.

Kejadian dugaan penceraman nama baik ini viral setelah Istiarsyah memposting tulisan “Aku dan Keluarga bukan pencuri kotal amal masjid” di akun facebooknya pada Sabtu pekan lalu.  Dalam tulisan panjangnya, ia mengungkap rasa kesal karena telah dituduh mencuri uang dalam kotal amal di Mesjid Alue Bilie, Baktia.

Komentar

Loading...