Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Terapkan PRB Berbasis MTM, Bpjs Kesehatan Optimis Jaga Kesinambungan JKN-KIS

Terapkan PRB Berbasis MTM, Bpjs Kesehatan Optimis Jaga Kesinambungan JKN-KIS

SUBULUSSALAM, ANTEROACEH.com – BPJS Kesehatan sebagai pengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berlangsung sejak 1 Januari 2014, selalu berupaya menjaga sustainabilitas program ini.

Salah satunya adalah dengan kendali mutu dan kendali biaya melalui Program Rujuk Balik (PRB) dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Upaya tersebut direalisasikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan dengan melaksanakan pertemuan bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam dalam rangka sosialisasi penerapan PRB berbasis Medication Therapy Management (MTM), Rabu (22/1/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur RSUD Subulussalam, Kepala Bidang Pelayanan Medik, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan beserta jajaran dan juga turut hadir dokter Spesialis RSUD Subulussalam.

PRB berbasis Medication Therapy Management bertumpu pada peningkatan peran apotek untuk memastikan penyediaan obat di apotek/ruang farmasi Puskesmas atau Klinik Pratama bagi peserta PRB.

Diharapkan melalui implementasi PRB berbasis MTM ini akan berdampak langsung dengan meningkatnya jumlah peserta PRB, meningkatkan keberhasilan dan keamanan terapi bagi peserta PRB serta meningkatkan kepuasan peserta PRB.

“Kita akan mendorong apotek untuk penyediaan obat dan dengan meningkatnya kualitas kefarmasian PRB melalui MTM ini, peserta PRB yang memiliki 9 diagnosa penyakit kronis seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, Jantung, Asma, PPOK, Epilepsi Skizofren, Stroke, dan Lupus yang kondisinya telah stabil akan mendapatkan pelayanan pengobatan yang maksmimal ketika dirujuk kembali ke FKTP,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan, Asfurina.

Sementara itu, Direktur RSUD Subulussalam, Dewi Sartika menegaskan bahwa RSUD Subulussalam siap menjalankan apa yang telah diamanatkan oleh regulasi.

"Kami siap mengimplementasikan Permenkes Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program JKN dengan melaksanakan rujuk balik pasien jika secara medis pasien tersebut sudah dapat dilayani di fasilitas kesehatan untuk pengambilan obat,” ujar Dewi.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...