Temuan DPMG Aceh Utara Pembangunan Balai  Gampong Tanjong Tgk Ali  Bermasalah

Temuan DPMG Aceh Utara Pembangunan Balai  Gampong Tanjong Tgk Ali  Bermasalah

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Tim Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh Utara telah melakukan monitoring lapangan pembangunan Balai Pengungsian Korban Banjir di Gampong Tanjong Tgk Ali, Kecamatan Matang Kuli pada Selasa 12 November lalu. Hasilnya program swakelola bersumber dari APBG tahun 2018 itu bermasalah.

Kepala DPMG Aceh Utara, Fachrurrazi kepada ANTEROACEH.com, Jumat (15/11/2019) menerangkan, temuan di lapangan disimpulkan, pertama proyek itu menggunakan APBG 2018 senilai Rp 530 juta lebih dan masih dikerjakan hingga saat ini. Kemudian diprediksi tidak akan selesai hingga akhir tahun ini. Secara aturan, dana itu harus digunakan pada tahun berjalan yaitu selama 2018.

“Laporan tim, semua dana untuk kebutuhan pembangunan  sudah diserahkan oleh aparat gampong  ke pihak tukang, namun tidak diselesaikan oleh tukang alias ditipu tukang kerja, itu pengakuan aparat gampong yang kita jumpai,” terang Fachrurrazi.

Namun,  saat tim ke  turun ke lokasi,  tidak bertemu dengan Geuchik, keterangan aparat gampong lainnya,  yang bersangkutan berhalangan karena sedang di kantor Polisi,  tapi Fachrurrazi tidak menjelaskan alasan geuchik berada di kantor polisi.

Terkait tindaklanjut persoalan itu,  katanya pihak DPMG akan berkoordinasi dengan Aparat Pemeriksa Internal Pemerintah (APIP) Aceh Utara dalam hal ini  ke pihak Inspektorat Aceh Utara, agar bisa diperiksa (audit).

“Bila nantinya ada persoalan (kerugian) maka APIP akan memberikan tenggang waktu kepada pihak bertanggungjawab untuk mengembalikan kerugian tersebut. Idealnya selama tiga bulan sejak diputuskan,” tambah mantan Kadis Pasar Aceh Utara itu.

Bila tidak mampu dikembalikan, katanya lagi, maka persoalan akan diserahkan ke pihak  kepolisian atau  kejaksaan. Selain itu, pihak DPMG  akan mencari jalan keluar, agar dana itu menjadi Silpa, tujuannya pembangunan bisa diselesaikan.

“Tapi pantauan kami, geuchik dan aparat gampong  punya niat baik untuk menyelesaikan pembangunan, hal terlihat saat kami ke lokasi, ada tiga tukang bangunan sedang bekerja di balai itu. Kita ingin semua  bisa diselesaikan dengan baik sehingga tidak ada yang merasa dirugikan,” pungkasnya.

Komentar

Loading...