Mantan Anggota DPRK Nagan Raya Dirampok di Abdya, Duit Rp. 63 juta Raib

Mantan Anggota DPRK Nagan Raya Dirampok di Abdya, Duit Rp. 63 juta Raib
Korban Danda Runtala dan istri saat membuat laporan ke Polsek Babahrot. Foto: Ist

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – Anggota DPRK Nagan Raya periode 2009 -2014, Danda Runtala (46) menjadi korban perampokan saat tengah berada di Gampon Pante Rakyat, kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya, Senin (26/4/2021) kemarin.

Danda yang tercatat sebagai warga Krueng Alem, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya itu saat kejadian tengah singgah di rumah rekan bisnisnya untuk menyelesaikan rekap jual beli TBS sawit.

Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution melalui Kapolsek Babahrot Ipda Amril Bakti mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Saat itu korban bersama keluarganya baru saja kembali dari Blangpidie dan akan pulang ke Nagan Raya namun ia mampir sebentar di rumah rekannya di Babahrot.

"Jadi, sebelum pulang ke Nagan, korban ini singgah di tempat kejadian perkara (TKP) yang merupakan rumah rekannya," kata Kapolsek, Selasa (27/4).

Korban saat itu mengemudi mobil HRV merah dan ikut membawa istri serta dua anaknya. Ketika di ruah rekannya Danda dan istri turun dari mobil sedangkan dua anaknya menunggu di mobil.

Di dalam mobil korban terdapat sebuah tas barang berharga lainnya. Saat korban tengah membuat rekap pembayaran tandan buah segar (TBS) sawit yang ia beli melalui rekannya tersebut, tiba-tiba ia mendengar teriakan warga dari luar rumah ‘tas sudah diambil!!’.

Mengetahui hal itu Danda sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku yang menggunakan sepeda motor wana merah namun usahanya sia-sia karena perampok yang membawa tas tersebut berhasil meloloskan diri.

"Menurut keterangan korban pelakunya dua orang, dan dia sempat mengejar tapi kedua pelaku ini sudah duluan tancap gas menggunakan kereta besar menuju arah Pasar Babahrot," terang Kapolsek.

Selain uang tunai Rp.63 juta, pelaku juga berhasil membawa kabur barang berharga lainnya milik korban, diantaranya satu unit mesin EDC BNI, satu lembar kartu kredit, tiga lembar buku tabungan.

"Dalam kejadian ini tidak ada kekerasan. Sementara pihak kepolisian telah mengantongi ciri-ciri dan akan memburu pelaku," pungkas Ipda Amril.

Komentar

Loading...