Tanah Bekas HGU di Abdya Diserobot Sejumlah Masyarakat Secara Ilegal  

Tanah Bekas HGU di Abdya Diserobot Sejumlah Masyarakat Secara Ilegal  
Lokasi lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Cemerlang Abadi (PT.CA) di Gampong Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Tanah bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT. Cemerlang Abadi (PT.CA) yang terletak di Gampong Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kabarkan diserobot secara ilegal oleh sekelompok masyarakat.

"Kami melihat, sepertinya ada mafia tanah yang sengaja memprovokasi masyarakat untuk menerobos palang larangan masuk yang telah dipasang oleh pihak Kepolisian di kawasan lahan HGU PT Cemerlang Abadi itu,” ungkap Iskandar salah seorang warga Babahrot, Jum'at (2/7/2021).

Iskandar yang merupakan mantan anggota DPRK Abdya periode 2012-2017 itu meminta kepada pihak kepolisian supaya menghentikan kegiatan penggarapan lahan secara ilegal tersebu

Sebab, kata dia, dirinya sudah melihat langsung bahwa adanya serobotan lahan yang dilakukan oleh masyarakat saat pulang dari lahannya didaerah Krueng Itam.. 

“Kemarin sore, saat saya pulang dari kebun melewati sepanjang Krueng Itam, saya melihat ada sekitar 200 orang masyarakat tidak saya kenali asal usulnya datang berbondong-bondong ke lokasi lahan HGU itu,” ungkapnya.

Iskandar mengaku sempat timbul rasa heran di dalam hatinya dan bahkan terkejut dengan keberadaan ratusan masyarakat dalam areal HGU yang sebelumnya telah dipasang palang larangan masuk oleh pihak Kepolisian.

“Saya heran dan terkejut, ada apa ramai-ramai. Lalu saya tanya pada salah satu masyarakat yang tidak saya kenali asal-usulnya. Rupaya mereka datang kesitu untuk mengambil (menandai) tanah bekas HGU perusahaan itu,” katanya.

Kemudian, kata dia, jika Pemerintah Daerah dan pihak Kepolisian membiarkan aktifitas serobotan lahan secara ilegal oleh orang-orang luar tersebut, dikuatirkan akan ada pertumpahan darah sesama warga dilokasi itu

Sebab, tambah dia, warga yang menyorobot bekas HGU tersebut hampir 90 persen bukan masyarakat yang bermukin Kecamatan Babahrot, melainkan orang luar yang tidak diketahui asal usul mereka.

Sementara, warga yang bermukim disekitar PT Cemerlang Abadi sendiri selaku tuan rumah, belum terpikir untuk menandai tanah itu, karena mereka mengetahui tanah bekas HGU tersebut masih dalam proses sengketa antara pemerintah dengan pihak Perusahaan.

“Saya melihat ada mafia tanah bermain dibalik semua ini. Maka kita minta polisi agar secepatnya menghentikan aksi serobotan lahan secara ilegal itu, sebagai upaya antisipasi terjadinya tumpah darah sesama warga,”katanya.

“Warga sebaiknya bersabar, tunggu saja dibagikan oleh Pemerintah. Sebab, bila nanti lahan milik negara itu dibagikan, ada aturan dan prosedurnya. Bukan main serobotan secara ilegal,” pungkasnya.

Komentar

Loading...