Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Tak Lagi Bergairah

Tak Lagi Bergairah

PALA sebagai salah satu produk unggulan di Aceh Selatan tak lagi menggairahkan.

Hama yang menggerogoki batang pala hingga mati, harga anjlok hingga susahnya minyak pala asal Aceh Selatan dipasarkan menjadi sederet persoalan yang dihadapi petani pala di wilayah itu.

Serangan hama jamur akar putih dan ulat penggerek batang telah membuat ratusan bahkan ribuan batang pala mati. Berbagai upaya dilakukan petani untuk menyelamatkan tanaman warisan indatu itu.

Kini persoalan paling mutakhir yang tengah dihadapi petani adalah ajloknya harga dan kecurigaan toke minyak pala terhadap kemurnian minyak pala asal Aceh Selatan.

Daya beli terhadap minyak pala Aceh Selatan lesu diterpa karena isu minyak pala Aceh Selatan mengandung kadar lampu, plastik dan lainnya.
Toke Medan curiga, minyak pun bertumpuk di keter penyulingan minyak pala.

Selain itu harganya kian turun. Harga biji pala basah di Aceh Selatan sejak lima bulan terakhir turun dari Rp 22.000 per kilogram jadi Rp 17.000 per kilo.
Minyak pala juga mengalami penurunan dari harga Rp 720 ribu per kilogram menjadi Rp 620 ribu per kilogram.

Padahal menurut kisahnya, Pala diera kejayaannya banyak membuat petani di Aceh Selatan sejahtera bahkan hingga mampu naik haji dengan hasil palanya.
Kini, petani berharap sentuhan pemerintah lebih nyata dengan menyediakan penampung minyak pala mereka seingga harga dapat distabilkan kembali.

Komentar

Loading...