Tak Diperpanjang Pemkab, Mahasiswa Aceh Besar Yogyakarta Terpaksa Keluar Dari Asrama

Tak Diperpanjang Pemkab, Mahasiswa Aceh Besar Yogyakarta Terpaksa Keluar Dari Asrama

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Mahasiswa Aceh Besar yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta terpaksa harus mengosongkan asrama yang mereka tempati karena tidak lagi diperpanjang oleh Pemkab Aceh Besar, Senin (26/10/2020) malam. 

Ketua Keluarga Aceh Besar Yogyakarta (KABY), Redha Maulana dalam rilis pers yang diterima redaksi anteroaceh.com mengatakan pengosongan paksa asrama tersebut karena telah habisnya masa tangguh yang diberikan oleh pemilik asrama.

“Sebelumnya, pada awal tahun 2020, Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali telah berjanji untuk mengalokasikan anggaran untuk perpanjangan masa huni asrama itu namun, sampai hari ini, janji itu tidak pernah ditepati sehingga mahasiswa Aceh Besar di Yogyakarta harus angkat kaki dari asrama,” tulis Redha. 

Menurut Redha Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali juga tidak menggubris terkait perpanjangan asrama. Padahal ia juga pernah berjanji untuk membantu fasilitas pendidikan generasi muda Aceh Besar yang sedang menuntut ilmu di Kota pelajar tersebut.

Redha menyebut, ketidakpedulian kedua pemegang otoritas tertinggi di Aceh Besar itu berbanding terbalik dengan janji Pemilu mereka saat kampanye dulu.

Padahal jika menilik salah satu visi misi Mawardi Ali saat mencalonkan diri menjadi bupati Aceh Besar adalah ‘meningkatkan sumber daya manusia di bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan komunitas’. Tapi, yang terjadi di lapangan justru sebaliknya, kedua adik-abang ini kompak meminta kepada para mahasiswa untuk menggunakan uang pribadi untuk perpanjangan asrama. 

“Oleh karena itu, kami Keluarga Aceh Besar Yogyakarta (KABY) menganggap janji yang selama ini keluar dari mulut Bupati dan Ketua DPRK Aceh Besar hanya sebatas janji manis dan omong kosong belaka. Keduanya hanya bisa plèe meulisan ateuh rhueng aneuk muda!,” pungkas Redha Maulana.

Komentar

Loading...