Tahun Ini Banyak Petani Abdya Tidak Dapat Pupuk Subsidi

Tahun Ini Banyak Petani Abdya Tidak Dapat Pupuk Subsidi
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Nasruddin. Foto: anteroaceh.com/Ilyas

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – Petani di Aceh Barat Daya (Abdya) bakal banyak yang tidak menerima pupuk bersubsidi dari pemerintah lantaran tidak terdata dalam aplikasi elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) Kementrian Pertanian.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Nasruddin usai melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) tentang kelangkaan pupuk bersubsidi di Abdya, Rabu (24/3/2021).

Menurut Nasruddin, untuk meminimalisir hal tersebut pihaknya akan segera mengavaluasi kembali data dengan cara mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP) petani, nantinya proses pendataan itu akan dibantu oleh penyuluh dan ketua kelompok tani di daerah masing-masing.

“Kita akui, tahun 2021 ini banyak petani yang mengeluh karena tidak mendapatkan pupuk subsidi lantaran nama mereka tidak terdata dalam e-RDKK,” kata Nasruddin.

Nasruddin menjelaskan, petani yang tidak terdata dalam e-RDKK tidak akan menerima bantuan pupuk bersubsidi. Hal ini juga disebabkan karena banyak petani yang menggarap sawah milik orang lain sehingga saat pendataan nama mereka tidak diusul/dimasukkan oleh ketua kelompok tani maupun penyuluh pertanian.

Namun untuk tahun 2022 nanti ia berjanji akan kembali mengevaluasi data e-RDKK yang digunakan tahun 2021.

“Jadi begini contohnya, misalnya tahun 2020 petani itu ada menggarap sawah, namun sawah itu bukan miliknya kemudian tahun 2021 dia tidak lagi menggarap sawah itu, sehingga penyuluh dan kelompok tani tidak memasukkan lagi namanya ke dalam e-RDKK jadi petani tersebut tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, data petani yang menerima pupuk subsidi di e-RDKK tersebut setiap tahunnya selalu diperbaharui karena jumlah kuota pupuk yang diterima oleh kabupaten dari pemerintah pusat juga berubah-rubah. Bahkan, katanya tahun 2021 ini, pemkab Abdya hanya menerima kuota pupuk subsidi sebanyak 30 persen.

“Awal bulan enam nanti, kita akan memerintahkan penyuluh tani untuk mengumpulkan KTP petani dari kelompok tani di gampong masing-masing, agar nantinya bisa dimasukkan dalam data e-RDKK tahun 2022 sehingga mereka bisa mendapatkan pupuk subsidi,” pungkasnya.

Komentar

Loading...