Sukri Lega Keluarganya Terlindungi Program JKN-KIS

Sukri Lega Keluarganya Terlindungi Program JKN-KIS

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2014 silam banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana untuk perlindungan diri dari mahalnya biaya pelayanan kesehatan.

Misalnya saja, Sukri (55), baginya memiliki jaminan kesehatan merupakan suatu kewajiban. Sebagai seorang tidak bekerja secara tetap, ia mengaku sangat membutuhkan jaminan kesehatan untuk memproteksi diri dan keluarganya jika sewaktu-waktu sakit.

Sebelum hal itu terjadi, dia memutuskan untuk mendaftar sebagai peserta JKN-KIS. Sukri mengatakan jika ia dan keluarga telah mendaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak tahun 2016.

“Saya mendaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk memproteksi diri dan keluarga dari biaya berobat yang sekarang sangat mahal apalagi bagi saya hanya mendapatkan uang jika bekerja tidak seperti pegawai kantoran,” ungkap Sukri, Senin (31/8/2020).

Ia mengaku sampai sekarang memang belum menggunakan JKN-KIS untuk membiayai penyakit yang berbiaya besar, masih hanya periksa ke Puskesmas namun menurutnya itu juga sudah sangat membantu.

“Jaminan kesehatan itu penting, karena sakit datangnya tanpa disangka-sangka, ibaratnya, sedia payung sebelum hujan,” terangnya kepada Tim Jamkesnews.

Meskipun memiliki aktivitas yang padat, Sukri selalu menyempatkan diri untuk selalu rutin berolahraga, apalagi di tengah pandemi covid-19, harus lebih aktif dan makan makanan yang sehat dan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.

Sukri juga mengatakan dirinya bersyukur ditengah pandemi yang berdampak pada ekonomi keluarganya, dirinya masih bisa terdaftar pada Program JKN-KIS karena iurannya yang dibayarkan oleh Pemerintah Daerah.

“Alhamdulillah masih terdaftar sebagai peserta JKN-KIS yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Daerah. Program JKN-KIS ini program yang sangat serius, mengingat kesehatan merupakan hak dasar warga negara, dan saya rasa pemerintah sudah mengambil langkah yang tepat membentuk program ini pada tahun 2014 silam.

Dengan prinsip gotong royong yang sangat dekat dengan budaya bangsa kita, dimana peserta yang mampu membantu peserta yang tidak mampu serta  peserta yang sehat membantu peserta yang sakit,” ujar Sukri menutup perbincangan.

Komentar

Loading...