Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Sudah Dinyatakan Lulus Setahun Lalu, 120 Mahasiswa AKN Abdya Tak Kunjung Diwisuda

Sudah Dinyatakan Lulus Setahun Lalu, 120 Mahasiswa AKN Abdya Tak Kunjung Diwisuda
Direktur AKN Abdya, Dr. Muhibuddin M.Eng

Blangpidie, Antero Aceh - Sebanyak 120 orang mahasiswa Diploma II (D-II) program studi Teknologi Hasil Perikanan dan Teknologi Pangan dari Kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Barat Daya kini terlantar menunggu kepastian jadwal wisuda yang kunjung datang

Padahal kesemua mahasiswa tersebut sudah dinyatakan lulus dalam pertanggung jawaban Laporan Tugas Akhir (LTA) sejak setahun yang lalu, bahkan mereka juga sudah melunasi semua biaya administrasi untuk keperluan wisuda kepada pihak kampus.

Muhammad Azmi salah seorang Mahasiswa AKN Abdya, kepada Antero Aceh, Kamis (24/5/2018) menceritakan seharusnya untuk tahun 2017, yaitu angkatan ke II sudah diwisudakan setahun lalu.

Namun saat dikonfirmasi, pihak kampus berdalih bahwa kampus belum mengantongi anggaran untuk penyelenggaraan wisuda, kerena pengolala kampus lama tidak mengusulkan anggaran pada pemerintah Kabupaten.

"Pengurus kampus AKN lama tidak mengusulkan anggaran ke pemerintah daerah setempat terkait biaya wisuda," tutur Muhammad Azmi mengutip penejelasan pihak kampus.

Pasca berakhirnya masa jabatan Bupati Jufri Hasanuddin tahun lalu, hampir seluruh pengurus kampus AKN diganti dengan pengurus baru, hingga mengakibatkan manajemen kampus ikut terganggu.

"Wisuda ini sangat penting bagi kami untuk memperoleh ijazah agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya," tambahnya

Azmi berharap, kampus segera menetapkan jadwal wisuda mahasiswa yang sudah sejak lama menunggu tanpa kepastian apapun

"Kepada Bupati Akmal Ibrahim untuk memperhatikan serta mengintruksikan pengurus kampus AKN yang baru agar bisa segara mewisudakan kami," harapnya.

Sementara itu, Direktur AKN Abdya, Dr.Muhibbudin M.Eng saat dikonfirmasi, secara terpisah mengamini perihal molornya jadwal wisuda mahasiswa dikampus yang ia pimpin itu. Hal itu disebabkan tidak adanya alokasi anggarah dari pemerintah daerah.

Bahkan Muhib mengaku, saat kampus diserahkan kepadanya, kampus sudah dalam keadaan banyak masalah, bukan hanya persoalan wisuda saja namun beberpa persoalan lainnya seprti, tunggakan listrik, internet, hingga persoalan proses perkuliahan yang pernah sempat terhenti.

"Terkendalanya wisuda tersebut sudah sejak lama. Bahkan saat kampus diserahkan ke saya sebagai Direktur, keadaan kampus memang sudah mengalami masalah, baik itu tidak berjalannya wisuda sejak Juni 2017, persoalan listrik, internet, proses perkuliahan terhenti, dan lain sebagainya, semuanya mengalami penunggakan," terang Muhib.

Selain itu, Kata Muhib untuk menyelesaikan berbagai persoalan itu, pihaknya terpaksa harus berhutang kepada Kadis pendidikan untuk menyelesaikan persoalan listrik di Kampus AKN.

"Itu uang pribadi kadis pendidikan kita pinjam sebanyak 25 juta untuk menutupi listrik. Belum lagi persoalan gaji pegawai AKN, sebab kondisi AKN berada dalam kondisi kosong anggaran, sehingga kita untuk melakukan koordinasi ke pembina AKN di Paya Kumbuh tidak ada anggaran," terangnya.

Sedangkan butuhan AKN untuk membayar operasional kampus lanjutnya membutuhkan anggaran mencapai Rp 3 miliar lebih.

"Persoalannya kita masih tunduk ke Paya Kumbuh, dan ini juga faktor kenapa gaji dosen belum dibayar, sebab kita masih dikendalikan oleh mereka dan syarat pencairan gaji dosen harus ada dana shering. Maka saya berharap agar pihak mahasiswa yang belum wisuda untuk sama - sama kita bersabar dan Insya Allah pak bupati akan menganggarkan pada APBK-P," demikian Muhib.(*)

Komentar

Loading...