Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Sodomi Dua Balita, Pria Aceh Besar Ditangkap Polisi

Sodomi Dua Balita, Pria Aceh Besar Ditangkap Polisi

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com – YL seorang pria paruh baya warga Aceh Besar terpaksa mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Banda Aceh usai ditangkap atas dugaan tindak pidana pencabulan dengan cara menyodomi dua balita berumur tiga dan dua tahun.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH dalam konferensi pers melalui Kasatreskrim AKP M. Taufiq, SIK, MH, Rabu (15/7/2020) mengatakan, pencabulan tersebut terjadi pada 20 Juni lalu di sebuah kebun.

“Dari hasil pemeriksaan, keterangan saksi, tersangka mengakui perbuatannya yaitu melakukan pencabulan terhadap dua anak kecil yang merupakan anak dari keluarganya sendiri,” ucap Kasatreskrim didampingin Kanit PPA Ipda Puti Rahmadiani, S.TrK.

Kasat reskrim menjelaskan, pencabulan bermula saat korban sedang berada di depan rumahnya bersama sang nenek. Kemudian datang tersangka menghampiri korban dengan menggunakan becak yang dikendarainya bermaksud untuk membawa jalan -jalan disekitar rumah.

“Namun yang terjadi sebaliknya , kedua korban dibawa ke sebuah kebun yang tak jauh dari rumah korban serta dilakukan pecabulan berupa perbuatan sodomi terhadap sang balita,” tutur Taufiq.

Setelah melakukan perbuatannya lanjut Taufiq, tersangka juga melakukan mengancam kedua balita tersebut, agar tidak memberitahukan kepada siapapun.

Saat diantar pulang, kedua balita terlihat takut tidak seperti biasanya, sehingga orang tua dan nenek korban mencari tahu apa yang telah terjadi.

Kemudian diketahui setelah korban mengaku merasa kesakitan dibagian anusnya, serta diancam oleh tersangka agar tidak memberitahukan kepada siapun.

“Atas dasar itu keluarga korban melaporkan kepihak berwajib,” ucap Kasatreskrim.

Menindaklanjuti laporan itu, unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan.

Lanjut Taufiq, kasus pencabulan disertai dengan penganiayaan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat 1 dan 2 Jo Pasal 80 ayat 1 Undang – undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana telah diubah dengan Undang – undang RI Nomor 35 tahun 2014 dan Undang – undang RI Nomor 17 tahun 2016 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Namun, karena tersangka masih ada kaitan dengan keluarga korban, maka hukumannya dapat ditambah dengan sepertiga dari hukuman pokok,” tutupnya.

Komentar

Loading...