Soal Mualaf Lapor Polisi, Geuchik Seumirah: Trisno Pemicu Masalah di Gampong   

Soal Mualaf Lapor Polisi, Geuchik Seumirah: Trisno Pemicu Masalah di Gampong   

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Lukman Geuchik Gampong Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara membeberkan sejumlah masalah di desa akibat ulah Trisno Muhammadi alias Muslim yang sangat meresahkan warga pedalaman tersebut.

Lukman tidak menampik bahwa terjadi kemarahan sejumlah  warga terhadap Mualaf itu  saat digelar rapat di Meunasah pada malam hari raya keempat pada awal Mei lalu. Hal itu muncul karena ulah Trisno sendiri yang telah terjadi sejak tahun 2017 lalu.

Menurutnya pada tahun 2017 lalu warga resah dengan aksi Trisno saat membuka praktik  Semumbo (Perdukunan) di desa tersebut, kemudian muncul lagi  perselisihan batas kebun sesama warga lain. Sehingga harus diselesaikan di Meunasah. 

“Dia bikin onar di Seumirah, tahun 2017 lalu  Trisno sudah membuat surat perjanjian akan pindah dari desa bila mengulangi perbuatannya yang meresahkan. Bagaimana warga tidak marah, pasien diobati dalam ruang gelap, tidak boleh ada orang lain,” ungkap Lukman.

Kemudian, kata Geuchik, Trisno berulah lagi dengan anak hasil hubungannya dengan salah seorang pasien perdukunan tersebut. Anak itu  sempat hendak dititipkan ke dirinya saat ia masih sebagai kepala dusun, namun ia menolak menerima anak tersebut.

Selanjutnya, sambung Lukman, anak tersebut dibawa ke rumah Geuchik Seumirah saat itu dijabat Geuchik Hasan. Namun geuchik lama itu juga menolak, karena takut bermasalah. Akhirnya anak tersebut dibawa ke tempat lain.

“Kemudian baru-baru ini muncul masalah lagi, dipicu dari masalah lama soal batas kebun. Akhirnya memicu kemarahan warga lagi. Keributan di meunasah akhirnya  oleh anggota Polisi dari Pospol Nisam Antara,”kata Lukman.

Untuk diketahui Seorang warga Gampong Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara melaporkan perkara ujaran kebencian  bernuansa SARA terhadap dirinya ke Polres Lhokseumawe. Ujaran tersebut diketahui korban  dari sebuah postingan facebook diduga milik  warga desa yang sama  pada awal Mei lalu.

Trisno Muhammadi (62)  melaporkan  akun facebook https://www.facebook.com/jafar.capluk milik warga bernama M Jafar ke polisi pada 2 Juni lalu.  Akun itu memuat video live streaming yang berisi acara rapat di Meunasah Gampong Seumirah yang ikut ia hadiri beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri pada Mei lalu.

“Dipostingan itu tertulis, bahwa keputusan rapat, yang bersangkutan harus pindah dari gampong tersebut. Kemudian postingan itu dikomentari oleh akun-akun lain dengan kalimat kebencian dan juga menyinggung status beliau seorang muallaf,” ujar Armia SH, kuasa  hukum Trisno Muhammadi.

Komentar

Loading...