Soal Bawahan Jadi Tersangka Korupsi Monumen Samudera Pasai, Cek Mad: Tanya Humas

Soal Bawahan Jadi Tersangka Korupsi Monumen Samudera Pasai, Cek Mad: Tanya Humas
Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cek Mad

LHOKSUKON - Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cek Mad enggan mengomentari dan langsung menghindar saat ditanya wartawan seputar kasus Korupsi Pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai usai mengikuti rapat Forkopimda soal sengketa lahan Waduk Jokowi di Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Utara di Lhoksukon, Senin (9/8/2021) siang. 

“Humas humas, ini humas hadir tanya ke humas,” ucap Cek Mad didampingi Kabag Humas Pemkab Hamdani. 

Sedangkan Kabag Humas Bupati Aceh Utara, Hamdani  mengaku  belum menerima surat resmi dari Kejaksaan soal penetapan tersangka terhadap N, selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan F yang sempat menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kebudayaan dan Pariwisata.

“Kita belum menerima surat resmi dari kantor jaksa, kita sudah cek ke bagian umum belum masuk surat,” kata Hamdani.

Pihaknya hanya menunggu proses hukum yang ditangani Kejari Aceh Utara. Ia  juga mengaku  belum tahu pasti apakah aset Monumen  sudah diserahkan ke pemerintah Aceh Utara atau belum.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Aceh Utara telah menetapkan lima tersangka korupsi proyek Monumen Islam Samdura Pasai yang dibangun di Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. 

Mereka adalah  F Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ir N Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ir P pengawas di Dinas Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Aceh Utara dan dua pelaksana proyek T dan R.

Proyek senilai Rp 49,1 miliar dibangun  lima perusahan mulai tahun 2012 hingga 2017. Diduga pelaksanaan tidak sesuai spesifikasi dan berpotensi menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp 20 miliar lebih.

Jaksa akan menyerahkan kasus tersebut untuk dilakukan audit oleh BPKP Aceh dan  sampai saat ini para tersangka belum ditahan.

Komentar

Loading...