Update COVID-19 Aceh

0 ODP
0 PDP
0 Positif
0 Meninggal
0 Sembuh

-

Sumber: -

Siapkah Aceh New Normal ?

Siapkah Aceh New Normal ?
(Foto: Ilustrasi new normal)

Kemarin, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menginstruksikan kepada seluruh Bupati/Walikota di Aceh untuk melakukan persiapan memasuki tatanan baru masyarakat produktif dan aman Covid-19, atau  lazim disebut dengan New Normal.

Menurut status yang ditetapkan oleh Pemerintah, Aceh berada pada jalur lebih aman jika dibandikan dengan Provinsi lain. Empat belas Kabupaten/Kota dinyatakan sebagai daerah hijau, sisanya, berstatus kuning.

Apa yang baru dari New Normal ini?, apa yang bisa di lakukan oleh Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota untuk menjalankan kebiasan baru ini?

Menurut Nova, yang harus dilakukan oleh Bupati dan Walikota adalah berkoordinasi dengan Forkopimda dan Stakeholder lain, sebelum mengeluarkan Instruksi, Keputusan, Surat Edaran kepada masyarakat.

Instruksi semacam apa? Mungkin mereka berembuk dulu. Baik Pemerintah Provinsi maupaun Kabupaten/Kota harus merancang dengan benar gagasan “Hidup Baru” ini.

Dalam merancang itu, sudah sepatutnya pemerintah tidak hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Nilai-nilai baru nanti yang akan disusun semoga tidak hanya berkaitan dengan masyarakat, jauh lebih penting menerapkan kepada aparatur pemerintah.

Contohnya, pemerintah dapat mengurangi biaya rapat-rapat, baik di kantor apalagi di gedung-gedung mewah yang menelan biaya tidak sedikit. Pemerintah dapat menggunakan aplikasi rapat daring yang sudah banyak berkembang.

Pemerintah juga dapat menekan biaya perjalanan dinas aparaturnya, karena sudah dapat digantikan secara daring. Bukankah selama Corona pemerintah kita baik-baik saja, walau tanpa semua itu tadi?

Kemudian, fasilitas pelayanan publik, yang selama ini menerapkan standar kesehatan tingkat tinggi, dapat dilanjutkan. Publik harus terbiasa dengan cuci tangan pakai sabun, memakai masker jika ke luar rumah, menjaga jarak antrian, dan lain-lain.

Lebih baik lagi, pelayanan tersebut terus diperbaiki, semua memenuhi standar pelayanan minimum dengan memasukkan semangat pencegahan Covid-19 di dalamnya.

Jika sekarang antrian dipangkas karena takut Corona, maka ke depan antrian berkurang karena sistem pelayanan kesehatan, pembuatan KTP, KK, dan surat menyurat lainnya sudah berbasis online, tidak perlu beramai-ramai antri.

Barangkali, kita dapat menjadikan Covid-19 ini sebagai momentum untuk memulai sesuatu yang baru, minimal di Aceh, yang dapat mempermudah masyarakat untuk mendapat layanan. Kalau begitu, barulah New Normal itu pantas kita terapkan. Kalau tidak, tak usahlah pakai New segala.

Komentar

Loading...