Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Siapa Pemilik Granat ?

Siapa Pemilik Granat ?
(Foto: Ilustrasi)

Pasca damai, agaknya sering kali terjadi pelemperan granat di Aceh. Hampir saban tahun mesiu lempar ini dijadikan senjata teror.

Beberapa kejadian terakhir dapat kita urut; pada tahun 2011, pengendara sepeda motor melempar granat, melukai tiga warga yang sedang duduk di pinggir jalan Teuku Nyak Arief, Lampriet, Kota Banda Aceh.

Pada tahun 2014, seorang anak harus dilarikan ke RSUD Zainoel Abidin akibat terkena serpihan granat.

Bocah yang pada saat itu masih duduk di bangku kelas empat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) ini terkena serpihan granat saat pulang dari terminal L-300 menuju rumah bersama kakak. Peristiwa itu terjadi di depan kantor salah satu partai lokal di Banda Aceh.

 Pada bulan Maret 2020, granat juga meledak di kediaman Sayid Azhary, Plt Kepala Unit Pelelangan (ULP), Pemerintah Aceh di Komplek Angkasa Gampong Meunasah Baet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Terakhir, Senin (8/6), granat juga menyasar rumah pribadi Ahmad Yani, ketua komisi IV DPRK Aceh Barat.

Rangkaian peristiwa itu mengisyaratkan, seolah-olah, granat illegal sangat mudah ditemukan di Aceh. Dari beberapa kasus di atas, sangat jelas kelihatan, granat dijadikan sebagai teror.

Lihat saja yang menimpa Sayid, dengan jabatannya sebagai kepala ULP, patut diduga granat itu terkait dengan pelelangan sejumlah proyek APBA yang dikendalikan Sayid. Bisa saja ada yang tidak puas dengan kebijakan Sayid.

Atau, apa yang menimpa Ahmad Yani. Politisi Partai Gerindra ini dikenal sangat vocal dalam menjalankan tugas. Beberapa kali dia mengkritik kepemimpinan Ramli, MS-Banta Puteh Syam sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh barat.

Kritikannya terakhir terkait dengan mutasi istrinya. Menurut Yani, Bupati sengaja memindahkan istrinya untuk memberikan efek jera. Namun Yani tak bergeming. Dia tetap kritis, dan menganggap Bupati kekanak-kanakan.

Sekarang, nyawa Yani terancam. Geranat itu meledak hanya beberapa meter dari kamar Yani tidur. Apakah ada kaitan atau tidak dengan tugas Yani. Sudah seharusnya, Polda Aceh menyisir peredaran geranat di bumi serambi mekah ini, di seluruh Aceh.

Komentar

Loading...