Seratusan KK Korban Tsunami di Tanoh Anoe  Masih Tempati Rumah Bantuan Sementara 

Seratusan KK Korban Tsunami di Tanoh Anoe  Masih Tempati Rumah Bantuan Sementara 

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Seratusan keluarga korban Gempa dan Tsunami Aceh 16 tahun lalu di Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara masih menghuni rumah bantuan sementara yang saat ini kondisinya sudah rusak.

Rumah bantuan sementara tersebut berkonstruksi kayu, mulai dihuni setahun setelah Tsunami dan donasi dari NGO YEU dan Save The Children. Para korban sangat mengharapkan bantuan rumah permanen seperti bantuan yang disalurkan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR).

“Rumah itu sebenarnya bantuan sementara bagi korban Tsunami dan telah dihuni belasan tahun. Saat ini kondisinya sudah rusak, dulu mereka juga dijanjikan rumah permanen,” ungkap Amiruddin Geuchik Gampong Tanoh Anoe, kepada anteroaceh.com, Sabtu (26/12/2020).

Namun sampai habis masa kerja BRR di Aceh, lanjut Amiruddin,  warga itu  juga belum mendapatkan bantuan rumah layak seperti yang dijanjikan.

Ia juga menyampaikan tahun ini  dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Aceh telah menyalurkan bantuan rehab bagi 50 rumah tidak layak huni di desanya.

“Tahun ini ada bantuan rehab 50  rumah korban Tsunami, senilai Rp 17 juta lebih per rumah. Bantuan diberikan dalam bentuk material sedangkan 2,5 juta untuk ongkos tukang. Jadi 100 rumah sisa belum mendapatkan bantuan itu,” jelasnya lagi.

Ia berharap bila pemerintah  belum sanggup memberikan bantuan rumah layah, warga korban juga mau menerima bantuan untuk sekedar memperbaiki kerusakan.

Dijelaskan juga, Tanoh Anoe  adalah salah satu kampung nelayan paling parah terkena bencana Tsunami pada 26 Desember 2004 lalu. 350 jiwa meninggal dunia, 17 lainnya hilang. Semua rumah dan fasilitas desa rusak.

“Di Kecamatan Muara Batu, kita paling parah dengan korban jiwa 350 orang. Sedangkan semua korban dari beberapa desa di kecamatan ini mencapai 500 jiwa,” pungkasnya.

Komentar

Loading...