Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Sepmor Dinas Geuchik di Aceh Utara Banyak Mati Pajak Hingga Hilang STNK

Sepmor Dinas Geuchik di Aceh Utara Banyak Mati Pajak Hingga Hilang STNK
Muspika Tanah Luas memeriksa kelengkapan kendaraan dinas geuchik. Foto: ANTEROACEH.com/Cut Islamanda

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Muspika Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan dinas geuchik di halaman kantor camat setempat, Selasa (28/1/2020) siang. Dari 57 gampong, hanya 35 geuchik yang hadir membawa sepeda motor, sementara 22 lainnya tidak hadir. 

"22 geuchik yang tidak hadir berhalangan. Ada yang antar lintoe, acara di gampong, turun ke sawah, dan ada juga yang tidak ada informasi," ujar Kasi Pemerintahan Kecamatan Tanah Luas, Faisal kepada ANTEROACEH.com di lokasi.

Faisal menyebutkan, dari hasil pemeriksaan sementara, banyak kendaraan geuchik yang pajak STNK-nya sudah mati. "Untuk SIM semuanya lengkap, tapi pajak STNK ada yang mati hitungan bulan, satu tahun, dua tahun hingga tiga tahun. Ada juga geuchik yang STNK motornya sudah hilang," ungkap Faisal.

Terkait pajak kendaraan yang mati, kata Faisal, pihaknya selaku Muspika akan mengumpulkan semua STNK geuchik untuk kembali diperpanjang. "Kita kumpulkan semua STNK yang mati pajak, lalu kita urus sekaligus perpanjangannya. Untuk biaya ditanggung masing-masing geuchik," tukas Faisal.

M Munir An-Nabawi, Geuchik Paya Beurandang, mengapresiasi langkah yang dilakukan Muspika Tanah Luas terkait penertiban sepeda motor dinas geuchik. Menurutnya, apa yang dilakukan pihak Muspika Tanah Luas ini merupakan kegiatan sadar hukum.  

"Salah satu cara yang dilakukan untuk membudayakan sadar pajak ini sudah sesuai, di mana STNK yang pajaknya sudah mati dikumpulkan pihak Muspika, khususnya Polsek, lalu diperpanjang dengan biaya ditanggung masing-masing. Saya sangat mendukung ini, saya secara pribadi juga selalu mengurus perpanjangan pajak STNK," tutur Munir.

Kapolsek Tanah Luas, Ipda Yose Rizaldi di lokasi yang sama mengatakan, selain banyak kendaraan dinas geuchik yang mati pajak STNK, banyak juga sepeda motor yang tidak memiliki kelengkapan kendaraan, khususnya spion.

"Geuchik merupakan contoh teladan masyarakat, termasuk perihal taat aturan lalu lintas, baik itu dari segi pajak kendaraan hingga kelengkapan surat-surat lainnya, termasuk SIM. Begitu pun dengan spion, tetap harus dipasang. Di sini kita ingin para geuchik memberikan contoh yang baik, hingga dapat ditiru oleh masyarakat," ucap Yose.

Tidak hanya itu, lanjutnya, meski sepeda motor dinas merupakan hak pakai yang diberikan pemerintah untuk menunjang kemudahan dalam bekerja, tetap harus dirawat dan dijaga dengan baik. 

"Kita imbau kepada seluruh geuchik di Tanah Luas agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum, seperti menggadaikan sepeda motor dinas. Pengalaman saya saat menjabat KBO Lantas Polres Aceh Utara sebelumnya, saat razia beberapa kali terjaring sepeda motor geuchik yang tidak ada spion dan lainnya. Saat diperiksa dan ditanyakan kepada si pengendara, ternyata sepeda motor itu digadaikan oleh geuchik. Saya harap kejadian seperti itu tidak terjadi di Tanah Luas. Semoga para geuchik di sini taat hukum dan tetap menjadi panutan bagi masyarakat," pungkas Ipda Yose.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...