Kenal Melalui Intagram

Seorang Pemuda Banda Aceh Setubuhui Anak di Bawah Umur Berulang Kali 

Seorang Pemuda Banda Aceh Setubuhui Anak di Bawah Umur Berulang Kali 
Pelaku DW (22) warga Banda Aceh yang telah diamankan polis. (Foto:ist)i

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Seorang pemuda berinisial DW (22) warga Banda Aceh diringkus polisi di sebuah warung sekitar kawasan Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Senin (24/5/2021) malam kemarin atas dugaan melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur 

Korbannya merupakan seorang anak dibawah umur yang masih berusia 16, mereka berkenalan melalui media sosial Instagram pada awal April lalu.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasatreskrim, AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan perkenalan tersebut berlanjut dengan saling tukaran nomor handphone dan berujung pertemuan. 

"Kemudian sorenya sekitar pukul 17.37 WIB korban menjumpai DW di tempat ia bekerja di kawasan Peuniti, Banda Aceh," ungkap AKP M Ryan Citra Yudha, Selasa (25/5).

Tidak sampai disitu, pertemanan keduanya berlanjut kembali pada hari Jum'at (9/4/2021). Namun kali ini pelaku DW meminta korban untuk menjemputnya di lorong dekat rumahnya dan keduanya melakukan perjalanan ke rumah saudara DW di kawadan Gampong Kaye Leu, Aceh Besar. 

"Dengan bujuk rayu DW, terjadilah hubungan badan layaknya suami istri seraya mengatakan kita setelah melakukan ini, akan menikah nantinya,” sebut Kasat Reskrim.  

Ternyata DW kembali mengulangi perbuatannya pada hari Senin (19/4) dan Senin (26/4) di lokasi yang sama. Sampai akhirnya hubungan keduanya diketahui pihak keluarga dan korban menceritakan apa yang telah dialaminya. Tak terima, akhirnya pihak keluarga melaporkan DW ke polisi. 

"Merujuk dari Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat kasus ini dikategorikan dalam pemerkosaan, dan jika dalam kasus pidana dijerat dengan persetubuhan anak di bawah umur," ucap Kasatreskrim. 

AKP Ryan mengimbau kepada masyarakat, agar dalam mengenali seseorang, pastikan siapa orang tersebut dengan baik, dan juga kepada orang tua selalu menjaga dan memonitor pergaulan anaknya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.  

"Pelaku DW saat ini sedang dalam tahap pemeriksaan dan nantinya akan dijerat  dengan Pasal 50 Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat," pungkas Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Ryan Citra Yudha.

Komentar

Loading...