Seorang Nelayan di Aceh Timur Meninggal Disambar Petir Saat Melaut

Seorang Nelayan di Aceh Timur Meninggal Disambar Petir Saat Melaut
Korban Muhammad Jamil saat di RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak

IDI, ANTEROACEH.com - Seorang nelayan bernama Muhammad Jamil (40) warga Gampong Seumatang Muda Itam, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur meninggal dunia usai disambar petir saat sedang menarik jaring ikan di atas sampannya sekitar wilayah perairan Peureulak, Kamis (3/6/2021) kemarin sekitar pukul 08.30 WIB

Kapolres Aceh Timur, Eko Widiantoro melalui Kapolsek Peureulak AKP Pidinal Limbong mengatakan awalnya korban bersama adiknya Muhammad Nadir (24) pergi melaut seperti biasanya.

"Pada hari itu keduanya berangkat dari rumah mereka sekira pukul 03.00 WIB dan menempuh perjalanan selama dua jam dengan menggunakan perahu sampan," ungkap AKP Pidinal Limbong dalam keterangan yang diterima anteroaceh.com, Jum'at (4/6/2021)

Saat dalam perjalanan menuju lokasi, terang Kapolsek cuaca gerimis, namun keduanya tetap melanjutkan perjalanan dan setelah mencapai kurang lebih 12 mil dari daratan, korban bersama adiknya melepas jaring ikan.

Kemudian sekitar pukul 08.00 WIB, di tengah kondisi gerimis disertai angin dan petir, keduanya mulai menarik jaring ikan. Menurut keterangan adik korban, setelah sekitar sekitar 30 menit menarik jaring ke atas sampan, tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat keras.

"Tanpa sepengetahuan Muhammad Nadir, petir tadi menyambar tubuh abangnya yang seketika membuat korban terjatuh ke laut," lanjutnya.

Melihat hal tersebut, ia langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan korban dan mengangkatnya ke atas sampan. Saat itu korban sudah tidak sadarkan diri dan sampan dalam keadaan pecah pada bagian depan akibat sambaran petir.

Lalu sekitar pukul 10.45 WIB, sampan tiba di penyandaran dan adik korban langsung meminta pertolongan pada warga sekitar yang hendak pergi melaut.

Korban sempat dibawa pulang ke rumahnya sampai akhirnya dibawa ke RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak. Namun, setibanya  di rumah sakit korban dinyatakan telah meninggal dunia.

"Hasil dari pemeriksaan oleh dokter piket IGD korban mengalami sejumlah luka akibat sambaran petir diantaranya; luka pada leher bagian kanan, telinga bagian kanan dan bahu," pungkas Kapolsek Peureulak AKP Pidinal Limbong. 

Komentar

Loading...