Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Seorang Gadis Asal Pidie Jaya Terkatung katung di Abdya  

Seorang Gadis Asal Pidie Jaya Terkatung katung di Abdya  

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Seorang gadis bernama Darmawati, warga Gampong Jurong Teungoh, Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, dilaporkan terkatung-katung di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Bahkan, pada Rabu (10/6/2020) sekitar pukul 10.00 WIB, warga melihat ia sudah tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan Nasional tepatnya Gampong Pante Rakyat, Kecamatan Babahrot.

Mengetahui adanya seorang gadis tergeletak tak sadarkan diri, warga langsung memberikan bantuan dan membawanya ke salah satu rumah warga untuk diberikan pertolongan.

Tak lama berselang, pihak Puskesmas Babahrot, langsung menjemput gadis tersebut untuk diberikan perawatan.

Kapolres Abdya, Muhammad Nasution, SIK melalui Kapolsek Babahrot, Ipda Evizar Rianto mengatakan, menurut keterangan yang ia terima, bahwa benar adanya peristiwa seorang gadis tergeletak di pinggir jalan.

Namun ia belum bisa memastikan apakah gadis tersebut benar pingsan atau ketiduran. Sebab, katanya, ada juga informasi yang menyatakan jika korban ketiduran

"Tadi saya sudah juga sudah koordinasi dengan Kepala Puskesmas Babahrot, tapi kalau lebih jelas, bisa telpon pihak Kepala Puskesmas (Kapus) Babahrot," ungkapnya saat dikonfirmasi anteroaceh.com, malam.

Dikonfirmasi terpisah, Kapus Babahrot, firdaus mengatakan, jika gadis tersebut pingsan di pinggir jalan lintas nasional.

Lebih lanjut Firdaus menjelaskan, pada saat berkoordinasi dengan pihak keluarga Darmawati yang berada di Pidie Jaya, korban mengalami gangguan jiwa. Pihak keluarga juga tidak menyangka jika ia bisa sampai ke Abdya.

Firdaus juga mengaku, untuk saat ini keluarga dari Darmawati tidak bisa untuk menjemputnya, lantaran terkendala biaya transportasi.

"Tadi saya coba telepon ke nomor hp yang dia berikan kepada, ternyata itu merupakan nomor keluarganya. Pihak keluarganya juga mengatakan kalau mengalami gangguan jiwa, bahkan sudah empat kali dirawat di rumah sakit jiwa,

"Tadi kami juga sudah berikan makanan dan minuman di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tapi kalau sekarang saya tidak tahu lagi dia dimana keberadaannya," pungkasnya.

Komentar

Loading...