Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Sengketa  Lahan Waduk Keureuto Aceh Utara Berlanjut, Gampong Plu Pakam Klaim Miliki Bukti Ini

Sengketa  Lahan Waduk Keureuto Aceh Utara Berlanjut, Gampong Plu Pakam Klaim Miliki Bukti Ini
Kuasa Hukum Gampong Plu Pakam, Syukri dan Geuchik Plu Pakam, Ridwan

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com -  Sengketa lahan area perbatasan  antara Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas dan Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong Aceh Utara terus  berlanjut. Bahkan beberapa waku lalu Pengadilan Negeri Lhoksukon menggelar sidang lokasi di area sengketa seluas 294 hektar tersebut.

Akibatnya hingga kini pemerintah belum bisa melakukan pembebasan untuk area proyek Waduk Keureuto.  Kasus sengketa ini berawal pada 14 Maret 2020 lalau, saat aparatur Gampong Blang Pante,menghadang  petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN)  yang hendak mengukur area lahan tersebut untuk proses pembebasan. Karena lahan itu diklaim masuk ke area desa tersebut.

Kemudian perkara lahan itu digugat oleh aparatur Gampong Plu Pakam ke Pengadilan Negeri Lhoksukon pada 30 April 2020,  karena proses mediasi menemui jalan buntu.

Syukri SH, kuasa hukum Gampong Plu Pakam, menjelaskan pada 15 September nanti , PN Lhoksukon akan menggelar sidang dengan agenda pembuktian dari pihak penggugat. Dalam hal ini pihaknya sudah menyiapkan seluruh bukti-bukti kepemilikan aset desa itu.

“Kita punya banyak bukti lahan itu milik Plu Pakam, dan itu akan kita hadirkan dalam sidang ke depan,” tegas Syukri didampingi Geuchik Gampong Plu Pakam, Ridwan, Kamis (3/9/2020).

Menurutnya bukti tersebut antara lain,  surat  Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor: 592.2/2/2020  tentang penetapan lokasi pengadaan tanah untuk bendungan  Keureuto di Kabupaten Aceh Utara. 

Kemudian berdasarkan keputusan kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara nomor 22/SK.11.08-500.12/II/2020 tentang perubahan keputusan kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Utara nomor 19/SK.11.08-500.12/II/2020 tanggal 18 Februari  2020 tentang  susunan keanggotaan pelaksanaan pengadaan tanah untuk  waduk Keureuto di Kecamatan Paya Bakong dan Tanah Luas.

“Nah kita juga punya bukti sertifikat HGU PT Satya Agung, tertera bahwa area itu masuk ke Plu Pakam. Jadi ini semua fakta dan data bahwa lahan itu  bukan milik Blang Pante. Kami berharap pemerintah melanjutkan proyek Bendung Keureuto, karena ini menyangkut hajat masyarakat 17 kecamatan,” jelasnya lagi.

Ia juga menjelaskan pada persidangan di lokasi beberapa hari lalu,  pihak Balai Sungai Wilayah Sumatera -1  menyatakan bahwa sepakat bahwa lahan itu masuk ke Plu Pakam, hal sama juga disebutkan pihak BPN Aceh Utara.

Dalam gugatannya,  Gampong Plu Pakam menggugat Gampong Blang Pante, Paya Bakong sebagai tergugat I, Pemkab Aceh Utara tergugat II, tergugat III dari pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera-I, serta tergugat IV dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Komentar

Loading...