Breaking News

Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Sempat Tuntut Hibah 25 Persen Besi Tua Eks PT AAF, Akhirnya FORPEMDA Terima Tawaran 2,5 persen Hibah Besi Tua dari PT PIM

Sempat Tuntut Hibah 25 Persen Besi Tua Eks PT AAF, Akhirnya FORPEMDA Terima Tawaran 2,5 persen Hibah Besi Tua dari PT PIM

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Forum Pemuda Dewantara (FORPEMDA) Aceh Utara membatalkan agenda unjukrasa besar-besaran yang rencananya digelar pada Selasa 18 Agusutus lalu. Pasalnya telah menerima tawaran hibah besi tua (scrap) eks PT Asean Aceh Fertiizer (AAF) dari PT Pupuk Iskanda Muda (PIM) dengan nilai 2,5 persen.

Tawaran yang diterima tersebut sangat rendah dibandingkan dengan nilai tuntutan yang selama ini gembar-gemborkan ke publik yaitu 25 persen dari total aset besi tua yang telah dilelang PT PIM ke PT Kirana Saiyo Perkasa.

“Pertimbangan kami menerima tawaran tersebut agar tidak terjadi keributan di Kecamatan Dewantara, hanya itu pertimbangan kami,” kata Saifuddin Pembina FORPEMDA kepada anteroaceh.com, Kamis (20/8/2020).

Menurutnya kesepakatan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan manajemen PT PIM pada Selasa sore lalu tepat sehari sebelum acara unjukrasa dilakukan.

Pertemuan dilakukan di ruang rapat Keupula Komplek PT PIM dihadiri Direktur SDM dan Umum, Husni Safrizal serta Sekretaris Perusahaan (Sekper) Yuanda Wattimena, dihadiri juga Wakapolres Lhokseumawe Kompol Ahzan.

Ada tiga poin yang disepakati yaitu, 1. PIM akan membantu keuntungan dari penjualan scrap bekas AAF sebesar 2,5 persen untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bantuan tersebu akan dituangkan dalam berita acara yang akan diteken Muspika Dewantara.

Pada poin ke 2 disebutkan akan dibentuk kelompok kerja (Pokja) yang terdiri dari PT PIM, Geuchik dan pemuda untuk mengawasi pelaksanaan penyerahan bantuan tersebut. Dan poin ke 3, dijelaskan bahwa waktu penyerahan bantuan akan putuskan PIM setelah ada kesepakatan direksi.

“Selain itu PIM juga akan mengubah nomenklatur bantuan dari bentuk zakat ke hibah. Karena sebelumnya diwacanakan bantuan dari nilai zakat, dan kami itu kami tidak mau,” tambah Saifuddin.

Sementara itu Humas PT PIM Nasrun saat dihubungi , Jumat (21/8/2020) membenarkan kesepkatan itu dan apa yang disebutkan oleh perwakilan FORPEMDA itu sudah sesuai dengan notulensi rapat.
“Benar, sudah ada kesepakatan antara PIM dan FORPEMDA tentang nilai hibah yaitu 2,5 persen,” singkat Nasrun.

Pada pertemuan pers sebelumnya, FORPEMDA menuding PT PIM telah menciptakan konflik di kecamatan Dewantara, karena tidak menghibahkan nilai aset besi tua di pabrik bekas PT AAF untuk masyarakat senilai 25 persen.

PIM juga disebutkan telah melanggar kesepakatan agar tidak melelang besi tua itu sebelum tuntutan mereka dipenuhi. Bahkan perusahaan pupuk urea tersebut juga disebut melanggar Peraturan Menteri Keuangan nomor 111/PMK.06/2016 tentang pelaksanaan hibah barang milik negara kepada masyarakat.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...