Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Terkait Perkara Ujaran Kebencian Walikota Lhokseumawe

Sekdako dan Tiga Pejabat Lhokseumawe Diperiksa Penyidik Polda 

Sekdako dan Tiga Pejabat Lhokseumawe Diperiksa Penyidik Polda 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Penyidik Reskrimum Polda Aceh melakukan pemeriksaan terhadap Sekdako Lhokseumawe T Adnan di Mapolsek Banda Sakti, Lhokseumawe pada Jumat (30/10/2020) terkait laporan dugaan perkara pencemaran nama baik dan ujaran kebencian oleh Walikota Lhokseumawe terhadap Sofyan pedagang pasar Inpres.

Informasi diperoleh, pemeriksaan hari kedua tersebut dilakukan pukul sejak pagi hingga pukul 17.30 WIB. Tiga pejabat lain yang ikut diperiksa masing-masing , Kadisperindagkop dan UKM Ramli, Asisten Administrasi Umum Mehrabsyah dan Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki.

Amatan di Mapolsek Banda Sakti  sejumlah personil disiagakan di pintu utama  yang telah ditutup rapat, sehingga pewarta tidak bisa mendokumentasikan proses pemeriksaan. 

“Tidak boleh ambil gambar dulu, silahkan minta izin dulu ke Dir (Direskrimum) karena ini masih proses lidik,” kata seorang petugas kepada wartawan yang hendak meliput pemeriksaan tersebut.

Sehari sebelumnya penyidik yang sama melakukan pemeriksaan terhadap Sofyan, pedagang pasar Inpres Lhokseumawe sebagai pelapor Walikota Lhokseumawe,  Zainuddin, wartawan media online dan Rizki mahasiswa yang juga ketua Solidaritass Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR). 

Sofyan  yang juga mantan aktivis SMUR melaporkan Suaidi Yahya ke Polres Lhokseumawe pada 13 Juli 2020 karena merasa terhina karena sebutan  “Sofyan Hitam” dan dituduh sebagai Provokator, yang  diutarakan Walikota Lhokseumawe dalam sebuah forum resmi Forkopimda dan akhirnya diberitakan oleh sebuah media online.

Kemudian pada 22 Oktober lalu perkara tersebut mulai ditangani penyidik Reskrimum Polda Aceh.

“Karena panggilan itu saya dibully dan saya merasa terhina dengan ucapan yang tidak pantas diungkap oleh seorang pejabat, apalagi di dalam forum resmi pemerintahan. Oleh sebab itu saya melaporkan perkara itu ke polisi untuk mencari keadilan,” katanya.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...